a

3 Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia yang Harus Kamu Ketahui, Terutama Buat Pengusaha!

Sudah tanggal 15 ni, apakah Anda sudah melaporkan pajak dan Anda sudah membayarkan pajak yang terhutang. Kalau belum dan Anda melaporkan pajak siap-siap deh bakal di pungut utang pajak ama petugas pajak di kantor pajak tempat Anda akan melapor. Tapi Apakah Anda sudah tahu bagaimana sistem pemungutan pajak?

Namun sebelum membahas bagaimana sistem pemungutan pajak dilakukan, apakah Anda sudah tahu pengertian pajak? Kenapa setiap melakukan beberapa aktivitas harus membayar pajak secara langsung, misal seperti makan di restoran akan terkena pajak PPn sebesar 10%, begitupun ketika Anda membeli tiket pesawat, akan diminta membayar tiket Anda beserta pajak.

Apa itu Pajak?

Tentunya Anda akan bertanya-tanya apa sih pajak itu dan kenapa harus membayar pajak, bahkan menjadi keharusan untuk membayar pajak. Jika tidak bayar pajak kita akan dikenakan denda. Mengapa begitu?

Berbagai sumber mengatakan kalau pajak itu adalah sebuah iuran yang wajib dibayarkan oleh rakyat kepada pemerintah untuk kepentingan bersama. Memang kadang kita tidak merasakan langsung manfaat yang kita dapatkan dari membayar pajak yang mungkin setiap minggu kita lakukan. Karena pajak bukan untuk kita nikmati sendiri.

Pajak menjadi sumber pemasukan negara. Bahkan kita seolah-olah di paksa untuk membayar pajak. Namun hal tersebut sudah ada aturannya sendiri dalam undang-undang. Dan pajak sendiri tidak hanya dibayar oleh perorangan, tetapi juga bisa oleh badan. Yang dimaksud badan adalah perusahaan, lembaga, ataupun institusi yang melakukan aktivitas di negara ini.

Tentunya pajak bukan hanya ada di Indonesia. Hampir seluruh negara yang ada di dunia menerapkan pungutan pajak pada rakyatnya. Dengan jumlah yang berbeda-beda dari setiap negara dengan sistem pemungutan yang berbeda. Karena pemungutan pajak bukanlah pungutan yang diatur dalam aturan internasional, namun oleh aturan dari negara itu sendiri.

Share With:
Rate This Article