a

9 Tren Digital Shopping Indonesia yang Wajib Dipahami Pebisnis e-Commerce!

Dunia bisnis di Indonesia kini semakin berwarna dengan kehadiran bidang e-commerce. Bahkan, e-commerce di Indonesia sekarang memegang peranan penting bagi pergerakan ekonomi di tanah air. Digital shopping sudah menjadi bagian erat dalam gaya hidup masyarakat modern. Uniknya, tren digital shopping di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan negara-negara lain.

Jika bisnis Anda juga termasuk salah satu pemain e-commerce yang sedang berkembang, alangkah lebih baik bila Anda mengenal tren digital shopping di tanah air terlebih dahulu:

Diskon Selalu Menggiurkan

Salah satu alasan utama yang membuat masyarakat getol berbelanja online adalah diskon. Itulah sebabnya diskon menjadi daya tarik yang sering dimanfaatkan oleh para pelaku e-commerce. Masyarakat kini semakin cerdas memilih produk sebelum berbelanja.

Membandingkan harga bukanlah hal yang sulit dilakukan sebelum menentukan pilihan. Sehingga para pelaku e-commerce pun terlibat dalam persaingan harga yang ketat demi meraih minat masyarakat untuk berbelanja.

Free Ongkir Juga Tak Kalah Menarik

Selain diskon besar-besaran, free ongkir juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Karena masyarakat sering kali mengurungkan niat belanja online akibat ongkos kirim yang terlalu mahal.

Ada beberapa pelaku bisnis e-commerce yang mencermati peluang tersebut dan memanfaatkannya dengan menerapkan sistem free ongkir. Sehingga minat masyarakat untuk berbelanja online pun semakin besar. Tak mengherankan bila sistem free ongkir sudah mulai ditiru para pelaku e-commerce lainnya. Free ongkir menjadi tren digital shopping yang tampaknya sulit untuk dihilangkan.

Keputusan Membeli Berdasarkan Rating

Testimoni dari para pelanggan merupakan salah satu kekuatan bagi para pelaku e-commerce. Ternyata, banyak masyarakat Indonesia yang menilai kualitas pelaku e-commerce berdasarkan rating yang diterimanya.

Misalnya, orang cenderung mempercayai toko online yang memiliki rating lebih tinggi daripada kompetitor sejenis yang ratingnya lebih rendah. Biasanya pelanggan memberikan rating berdasarkan kualitas produk, kecepatan pengiriman, dan kecepatan respon pelaku e-commerce. Jadi buat Anda para pebisnis e-commerce, harus berhati-hati dengan hal ini.

Dengan adanya rating ini, akan membuat Anda lebih fokus dalam pelayanan kepada konsumen Anda. Karena rating ini menjadi tren digital shopping di Indonesia yang harus dipahami oleh seluruh pebisnis online.

Baca Juga : Menyereput Sukses Bisnis Kopi

Digital Shopping Mendukung Emansipasi Wanita

Tren digital shopping di Indonesia ternyata juga mendukung tercapainya emansipasi wanita. Hal tersebut ditunjukkan oleh jumlah pelaku e-commerce wanita yang mencapai 35%. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan pebisnis di ranah offline yang jumlahnya hanya 15%.

Karena para wanita berstatus ibu rumah tangga pun bisa menjadi pelaku e-commerce tanpa mengabaikan kewajiban di rumah. Bahkan, bisnis e-commerce juga tak jarang dijadikan sebagai bisnis sampingan di sela-sela rutinitas pekerjaan utama.

Implementasi Omni Channel

Riset yang dilakukan McKinsey menyatakan bahwa ada 94% pelanggan ­e-commerce mencari informasi secara online sebelum berbelanja. Namun, sistem transaksi secara offline masih cukup diminati karena dianggap aman.

Hal inilah yang membuat banyak pelaku e-commerce berskala besar berinisiatif untuk menerapkan sistem omni channel. Sehingga transaksi bisa dilakukan secara offline di sejumlah merchant yang bekerja sama dengan pelaku e-commerce tersebut.

Membantu Peningkatan Ekonomi Desa

Kehadiran ranah e-commerce membawa pengaruh positif bagi peningkatan perekonomian desa. Karena pelaku e-commerce di desa tak kesulitan menerima dan mengirimkan produk pesanan pelanggan. Bahkan, jumlah pelanggan e-commerce dari desa pun mengalami peningkatan pesat. Sebab akses pengiriman barang pun semakin mudah menjangkau berbagai pelosok daerah.

Baca Juga: Membuat Laporan Keuangan Untuk Bisnis Online yang Mudah dan Sederhana

Dominasi Jakarta akan Hilang

Selama ini, Jakarta selalu dikatakan sebagai pusat tren digital. Dimana pada 2017, Jakarta mendominasi penjualan online hingga 55%. Namun saat ini, dominasi tersebut mulai berkurang, seiring dengan berkembangnya daerah-daerah di luar Jakarta. Di prediksi, di tahun 2022, dominasi daerah-daerah mencapai 20%.

Angka-angka ini pastinya sangat berarti bagi para pengusaha bisnis seperti kalian. Dengan adanya tren digital shopping, Anda bisa menentukan strategi apa saja yang tepat untuk bisa merebut hati konsumen.

Share With:
Rate This Article