Solusiukm
Bisnis

Ada Rencana NIK dan NPWP Digabung. Bagaimana Sistemnya?

Sebagai warga negara Indonesia, kita pasti tidak asing dengan NIK dan NPWP. NIK sendiri merupakan singkatan dari Nomer Induk Kependudukan. Sedangkan NPWP adalah kepanjangan dari Nomer Pokok Wajib Pajak. Kedua hal ini, baik NIK dan NPWP merupakan dua hal yang berbeda. Namun, kali ini terdapat rencana untuk menggabungkan NIK dan NPWP dari pemerintah Indonesia, diwakilkan oleh Dirjen Pajak. NIK NPWP digabung tersebut saat ini sedang dibuat pengaturannya agar bisa dijadikan satu.

Nomer Induk Kependudukan atau biasa disingkat dengan NIK tersebut pada umumnya ada di KTP setiap warga penduduk Indonesia. Lalu, jika NPWP memiliki kartunya sendiri yang diberikan bagi mereka yang sudah berpenghasilan atau sudah bekerja.

Rencana untuk NIK NPWP digabung akan segera dilakukan. Tentunya, NIK NPWP digabung ini merupakan sebuah rencana pemerintah sebagai penyederhanaan nomer indentitas. Perencanaan NIK NPWP digabung merupakan sebuah program yang diberi nama Single Identity Number atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nomer identitas tunggal. Single Identity Number ini diharapkan akan mempermudah semua langkah – langkah dan urusan masyarakat.

Dikutip melalui media Kompas, NIK NPWP digabung ini bertujuan untuk sinkronasi dan validasi data – data wajib pajak yang dimiliki penduduk. Namun, pada keterangan yang dijelaskan oleh Direktur Jendral Pajak, Suryo Utomo, bukan berarti semua penduduk yang ada dikenakan pajak. NIK NPWP digabung ini tetap membuat peraturan sebelumnya mengenai pajak, yaitu penduduk dengan penghasilan di atas Rp. 54 juta setiap tahunnya, atau sama dengan penghasilan Rp. 4, 5 juta setiap bulannya.

Rencananya, sistem NIK NPWP digabung akan menjadikan satu nomer saja. Artinya, NIK NPWP digabung, nantinya akan menjadi satu yaitu NIK saja. NPWP akan ditiadakan nomernya, namun terdata otomatis pada data NIK saja. Nomer Induk Kependudukan atau NIK ini yang nantinya akan saling terhubung dan terkoneksi pada data – data kependudukan dan data lainnya yang ada hubungannya dengan penduduk dan juga pemerintah.

Selain itu, NIK NPWP digabung akan juga memudahkan pengawasan dari pihak pemerintah. Hal – hal seperti pajak, dan data – data lainnya yang perlu dicek akan terintegerasi pada satu jenis nomer saja, yaitu menjadi Nomer Induk Kependudukan atau NIK. Dengan NIK NPWP digabung, semua pihak berharap agar sistem administrasi yang khususnya pada bagian pemerintahan bisa diawasi dengan baik dan juga transparan.

Nomer Induk Kependudukan tersebut sebelumnya memang dirancang unik dibandingkan kode – kode NIK milik orang lainnya. NIK ini juga akan dimiliki oleh penduduk setiap individunya seumur hidup atau selama – lamanya. Nomer NIK ini selalu terdapat pada Kartu Tanda Penduduk, atau biasa juga disebut dengan KTP. NIK sendiri totalnya berjumlah 16 digit nomer yang tertera pada Kartu Identitas Panduduk. Sedangkan, fungsi dari NPWP adalah untuk melakukan pemantauan yang akan diberikan bagi mereka penduduk Indonesia yang terdaftar secara resmi sebagai wajib pajak. Nomer NPWP ini yang nantinya akan teregistrasi dalam data administrasi perpajakan negara. NPWP sendiri merupakan sebuah singkatan dari nomer pokok wajib pajak.

NIK dan juga NPWP tersebut sangat sering juga digunakan dalam melakukan pendataan. Banyak sekali persyaratan yang dibutuhkan jika penduduk Indonesia ingin mendaftarkan sesuatu, atau membeli sebuah benda dengan harga yang tidak murah.

Tentunya program pemerintah yangmengusahakan NIK NPWP digabung ini bisa membantu kita para pelaku bisnis. Dengan NIK NPWP digabung, semua urusan kepemerintahan dan hukum yang memiliki keterkaitan dengan bisnis UKM yang sedang kalian jalankan tersebut tentu akan menjadi jauh lebih mudah.

Kemudahan – kemudahan yang ada saat NIK NPWP digabung tentu akan membuat bisnis kalian secara administrasi menjadi lebih gampang dan juga ringkas. Hal ini penting mengingat sebagai pelaku bisnis UKM, energi dan tenaga kalian ada baiknya digali agar bisnis kalian bisa bertahan pada masa pandemi seperti saat ini. Pada masa pandemi seperti sekarang, tentu bukan merupakan periode yang mudah untuk dilalui, terutama bagi kita pelaku – pelaku usaha pada level kecil dan menengah atau biasa disebut dengan UKM.

Artikel Terkait

Lokomotif Tersebut Sudah diambil Alih Dunia Online

admin

Wow! Bisnis Charge dan Nasi Padang LARIS Pas Banjir!

marsha

Dua Coffee: Cara Buka Bisnis Dari Bintaro, Cipete, sampai Washington DC!

marsha