a

Biar Gak Salah Jalan! 4 Tips Memilih Jenis Usaha yang Tepat

Bagi seseorang yang ingin dan baru mengawali terjun di dunia usaha, pertanyaan yang seringkali muncul adalah: Usaha apa yang paling tepat untuk dilakukan? Pertanyaan tersebut muncul bisa disebabkan karena keterbatasan modal, ketidakyakinan akan kompetensi yang dimiliki, ketatnya persaingan dengan melihat usaha-usaha sejenis yang sudah lebih dahulu berkembang, serta sebab-sebab yang lain.

Namun, apapun yang menjadi penyebabnya, seseorang yang ingin terjun di dunia usaha, tidak boleh hanya terus menerus membuat pertimbangan, tanpa berbuat sesuatu. Karena semakin lama membuat pertimbangan, akan semakin banyak waktu yang terbuang, dan disaat itu pula semakin banyak pengusaha-pengusaha baru bermunculan yang tidak menutup kemungkinan akan menjadi kompetitor. Artinya, kita akan kehilangan satu kesempatan hanya karena terlalu lama membuat keputusan.

Untuk mempersingkat waktu dalam memilih jenis usaha yang tepat untuk ditekuni dan dikembangkan menjadi sumber penghasilan, berikut beberapa tips yang bisa dijadikan pertimbangan:

  1. Hitung Modal yang Dimiliki

Modal yang dimaksud terdiri atas dua jenis, yakni modal finansial dan modal kompetensi. Modal finansial dibutuhkan, karena apapun jenis usaha yang akan Anda rintis, sedikit-banyak pasti butuh dana, entah untuk menyewa atau membeli berikut memperbaiki tempat yang akan dijadikan lokasi usaha, membeli peralatan untuk mendukung usaha yang akan dirintis, dan sebagainya.

Begitu pula halnya dengan modal kompetensi, tidak mungkin kita membuka usaha tanpa kita memiliki modal kompetensi dan keahlian terhadap usaha yang kita tekuni. Kedua jenis modal ini harus saling mendukung satu sama lain, dan harus saling menyesuaikan. Artinya, meskipun kita memiliki modal finansial yang cukup untuk membuka, satu jenis usaha, namun jika kita tidak memiliki kompetensi untuk menjalankan usaha tersebut, lebih baik tidak diteruskan.

Sebab, tidak selamanya kita bisa mengandalkan orang lain yang kita gaji untuk mengerjakan semua urusan bisnis. Begitu juga sebaliknya, meski kita yakin dengan keahlian yang kita miliki untuk menjalankan sebuah usaha, namun jika tidak memiliki modal finansial yang cukup, usaha yang kita bangun akan berjalan tertatih-tatih, bahkan kemungkinan akan jatuh sebelum sempat berkembang.

  1. Buat Daftar Jenis Usaha

Setelah menghitung modal yang kita miliki, tibalah saatnya untuk menentukan jenis usaha. Buatlah daftar sebanyak-banyaknya jenis usaha yang bisa dilakukan dengan modal finansial dan modal kompetensi yang kita miliki. Semakin banyak jenis usaha yang tercatat dalam daftar, semakin banyak pula alternatif yang bisa kita pilih. Setelah merasa yakin jenis usaha yang tercatat dalam daftar bisa dijalankan dengan kedua modal yang kita miliki, lakukan seleksi terhadap masing-masing jenis usaha tersebut.

  1. Seleksi Jenis Usaha

Untuk menyeleksi semua jenis usaha yang tercatat dalam daftar, masukkan berbagai pertimbangan untuk mengerucutkannya hingga menjadi satu jenis usaha yang paling ideal. Pertimbangan tersebut meliputi:

  • Kompetitor

 

Perhatikan usaha sejenis di wilayah yang akan menjadi pangsa pasar usaha kita. Semakin banyak usaha sejenis, maka semakin ketat persaingan yang nantinya akan kita hadapi. Jika kita siap untuk menghadapi persaingan tersebut dan merasa yakin akan dapat memenangkan persaingan, maka usaha tersebut bisa dimasukkan ke dalam alternatif pilihan.

  • Pangsa Pasar

Selain kompetitor, pangsa pasar juga harus kita pertimbangkan. Jangan sampai usaha yang kita rintis menjadi terhambat perkembangannya, bukan karena ketidakmampuan kita dalam mengelola usaha tersebut, tapi karena keterbatasan pangsa pasar.

  • Lokasi Usaha

Setelah merasa yakin dan mantap dengan jenis usaha yang akan kita rintis, tiba saatnya untuk menentukan lokasi usaha. Usahakan membuat beberapa alternatif dalam mencari lokasi usaha dengan mempertimbangkan kemudahan akses transportasi bagi para relasi, kedekatan tempat usaha dengan calon konsumen, juga biaya yang dikeluarkan untuk bisa menempati lokasi usaha tersebut.

Karena usaha yang dirintis baru tahap sederhana, dan masih belum bisa ditebak keluar-masuknya keuangan, sebaiknya tidak memilih lokasi yang memakan dana besar. Sebaliknya, jangan pula terlalu irit, karena keberadaan lokasi usaha berikut infrastruktur yang menyertainya ikut mempengaruhi kredibilitas bisnis Anda.

  1. Pelajari Bidang Usaha dan Take Action!

Di awal kita memang sudah menyeleksi sekian banyak jenis usaha dengan mempertimbangkan modal finansial dan model kompetensi yang kita miliki, namun, proses seleksi tersebut hanya memberi gambaran dari sisi permukaannya saja tentang usaha yang akan kita geluti.

Karena itu, begitu jenis usaha tersebut sudah ditemukan, tugas selanjutnya adalah mempelajari bidang usaha tersebut dengan lebih terinci. Materi yang dipelajari bisa diperoleh dari berbagai sumber, bisa melalui buku dan literatur, bisa sharing dengan orang yang paham di bidang tersebut atau bahkan menjadi pelaku dari bidang usaha yang akan kita terjuni, bisa juga belajar dari calon kompetitor.

Proses belajar ini, tidak hanya berhenti sampai dengan tahap awal merintis usaha saja, tapi selamanya. Sebab, meski jenis usaha yang kita geluti sama hingga beberapa tahun ke depan, namun strategi yang kita terapkan untuk mengembangkan usaha tersebut bisa jadi akan berubah, karena pengaruh perkembangan jaman.

Merasa ilmu Anda sudah cukup untuk memulai usaha baru? Saatnya untuk take action! Itupun masih belum cukup, karena selama menggeluti usaha baru Anda masih harus selalu mengontrol dan membuat laporan keuangan bisnis sebagai alat informasi tentang perkembangan usaha yang dirintis.

Laporan keuangan bisnis ini tetap harus dibuat meskipun usaha tersebut Anda jalankan sendiri, karena dari laporan itulah Anda dapat mengevaluasi fluktuasi perkembangan usaha sekaligus untuk mendapatkan solusi manakala menghadapi persoalan terkait dengan usaha yang Anda jalankan.

Dalam membuat laporan keuangan umumnya banyak pengusaha yang merasa bingung. Sebab, tidak memiliki ilmu dasar akuntansi yang mumpuni. Banyak hal ini terjadi pada orang-orang yang baru menjalankan bisnis. Terkadang mereka hanya mencatat setiap ada customer yang membeli, dan catatan itu hanya melihat dari jumlah uang yang mereka terima saja. Padahal sebagai pengusaha, Anda wajib mencatat berbagai keperluan, mulai dari pencatatan modal, pencatatan pembelanjaan bahan baku, dan catatan bahan baku yang ada di gudang.

 

Share With:
Rate This Article
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.