a

Bisnis Corona ; Etika Nurani dan Cuan

Presiden Indonesia, Joko Widodo baru saja mengumumkan secara resmi bahwa sebanyak dua warga negara Indonesia (03/03/2020) telah positif terjangkit virus mematikan bernama virus Corona yang akhir – akhir ini sangat menggeparkan seluruh dunia. Seperti yang telah kita ketahui bersama, virus Corona sendiri telah tersebar di penjuru dunia yang awal mulanya di mulai di suatu daerah bernama Wuhan, negara China. Meskipun saat ini (03/03/2020) sudah diberitakan bahwa di negara China, sudah 53% jumlah orang yang sembuh dengan sendirinya. Itu artinya, harapan besar masih ada untuk kesembuhan dari virus yang menggemparkan tersebut.

Namun, dengan ramainya virus Corona beberapa pihak justu menganggap ini sebagai celah lahan bisnis. Keperluan untuk masyarakat bisa kuat dari serangan virus Corona antara lain adalah masker, hand sanitizer, multivitamin, dan lain – lain.

Masker

Masker sebagai penutup muka yang sesungguhnya sudah sering digunakan saat kalian mengendarai ojek online, saat ini digadang – gadang dibutuhkan untuk menangkal virus Corona. Padahal kenyataannya, masker tersebut hanya perlu dibutuhkan untuk digunakan jika kalian memang dalam kondisi yang tidak sehat karena penyebaran penyakit saat tidak menggunakan masker sebagai perlindungan dapat sangat menyebar dengan cepat.

Sedangkan yang sudah terjadi, banyak pelaku usaha nakal menjadikan krisis kesehatan ini dengan menaha, menimbun, dan membeli ulang masker – masker yang ada di pasaran dalam jumlah sangat besar, lalu menjual kembali dengan harga yang sangat amat mahal. Yang dirugikan, tentu masyarakat pada level kurang mampu yang tetap membutuhkan alat kesehatan, namun memiliki keterbatasan dana. Tentunya jika membahas pada faktor ‘cuan’, hal ini sangat membuka peluang bisnis yang tinggi, tapi apakah naluri kemanusiaan bisa dikalahkan dengan uang?

Hand Sanitizer

Salah satu hal yang saat ini sudah cukup sulit dicari adalah hand sanitizer yang berfungsi membunuh kuman tanpa dicuci. Hand sanitizer mengandung alkohol yang dipercaya dapat membunuh kuman yang ada pada tangan, sehingga dapat menghindarkan kalian dari virus Corona.

Sama halnya seperti virus, beberapa pelaku bisnis memanfaatkan hal ini dengan membeli hand sanitizer dalam jumlah banyak dan menjual ulang dengan harga mahal, sama seperti kasus masker yang ada di Indonesia. Tentunya hal ini sangat melanggar etika dan tidak patut untuk dilakukan ya, Sobat UKM!

Multivitamin

Multivitamin adalah hal krusial saat – saat krisis yang sedang marak menyerang seperti virus jenis Corona seperti saat ini. Ketahanan dan kekuatan tubuh adalah faktor utama agar tubuh kuat dan tidak mudah terinfeksi berbagai macam penyakit, salah satunya adalah penyakit virus Corona. Maka dari itu, saat presiden Joko Widodo mulai mengumumkan secara resmi bahwa terdapat 2 warga negara yang sudah positif dan resmi terjangkit virus Corona.

Beberapa stok multivitamin pada pusat perbelanjaan dan apotik pada banyak tempat saat ini mulai sulit dicari karena lagi – lagi beberapa pihak tidak bertanggung jawab membeli dalam jumlah besar, entah dikarenakan efek panic buying, atau pembelian dalam jumlah besar karena efek panik, dan lain – lain.

Sebagai pelaku sebuah bisnis yang ada di Indonesia, terutama pada UKM, tentunya kita perlu cerdik dalam melihat segala potensi bisnis, peluang usaha yang menghasilkan untung agar bisnis dan kehidupan dapat meningkat dan lebih berkualitas. Saat kita mengambil laba yang besar dan memanfaatkan peluang bisnis namun member efek menderita bagi masyarakat, apakah secara etika dan nurani tetap pantas dilakukan?

Share With:
Rate This Article
avatar