Solusiukm
Bisnis

Bisnis Kalian Aman Buat New Normal? Cek Dulu di Sini:

Photo Source: Campaign Asia

Era New Normal memang saat ini sangat sering kita dengar. Terutama, mengenai new normal merupakan hal yang dikampanyekan setiap saat oleh pemerintah republik Indonesia, bahkan juga pemerintah – pemerintah dari negara – negara lainnya. (09 / 06 / 2020) Saat ini, pihak pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan atau biasa disingkat dengan Kemendag. Kementrian Perdagangan atau Kemendag telah menyebarluaskan pengumuman mengenai keputusan pemerintah untuk memperbolehkan bisnis – bisnis yang dimiliki oleh pelaku – pelaku usaha. Keputusan yang selangkah demi selangkah dikerjakan ini, merupakan sebuah masa transisi dari selesainya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB yang ada.

Langkah pelonggoran kegiatan – egiatan bisnis tersebut dijalankan sesuai dengan peraturan pemerintah tertulis pada Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 563 tahun 2020 tentang Pemberlakuan, Tahapan, dan Pelaksanaan Kegiatan/Aktivitas PSBB Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Aman, Sehat, dan Produktif. Yeayyy! Good news buat kita semua pelaku – pelaku bisnis Indonesia, yaaa!

Mulai tanggal 8 Juni 2020 hingga keputusan terbaru diberlakukan (Artikel ini dimuat pada 09 / 06 / 2020) bahwa kegiatan bisnis seperti perkantoran, restoran / kafe / sejenis, perindustrian, pergudangan, layanan pendukung (bengkel, fotokopi, dan lain – lainnya), pertokoan, showroom, museum, perpustakaan, pusat perbelanjaaan seperti mall dan lainnya, juga kegiatan bisnis ojek online sudah boleh beroperasi  secara aktif, yang mana bisa dimulai pada tanggal yang variatif, hingga keputusan terbaru diberlakukan (Artikel ini dimuat pada 09 / 06 / 2020).

Tentunya, masa transisi pada gaya hidup new normal akan menguntungkan bisnis – bisnis yang dimiliki oleh kalian para Sobat UKM, ya!  Bisnis – bisnis tentunya perlu menjalankan new normal, disertai dengan kedisiplinan untuk melakukan dengan teratur protokol – protokol kesehatan yang tetalh ditetapkan oleh World Health Organization atau WHO.

Dalam memasuki era new normal, untuk bisnis – bisnis pada jenis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau biasa kita dengan dengan singkatan UMKM, tempat berjual beli pasar, pusat perbelanjaan seperti mal, salon, dan barbershop dapat kembali beroperasi secara serentak pada tanggal 15 Juni 2020, hingga ada keputusan terbaru diberlakukan. New normal pada bisnis memang memperbolehkan usaha – usaha untuk kembali beroperasi, tentunya snagat menguntungkan kita para pelaku bisnis, kan?

Kementrian Perdagangan atau Kemendag tentu sudah mempersiapkan acuan terkait new normal untuk bisnis. Tujuannya mendisiplinkan new normal, agar bisnis – bisnis kembali bisa bangkit lajur perekonomian di tengah pandemi Covid – 19 Corona yang mematiikan banyak sekali masyarakat seluruh dunia. Nmaun, perlu digaris bawahi, bahwa kegiatan – kegiatan bisnis tersebut tentunya bisa dijalankan jika new normal pada bisnis dilaksanakan pada daerah dengan label zona hijau.

Dikutip melalui Detik, Menteri Perdagangan yang bernama Agus Suparmanto menjelaskan bahwa di Indonesia sendiri memiliki banyak sekali zona – zona yang masuk dalam kategori zonaaman atau zona hijau sehingga dapat memulai new normal untuk bisnis dengan tenang. Zona hijau yang ada di Indonesia sendiri berjumlah kurang lebih seratu daerah. Zona hijau yang masuk dalam kategori aman sehingga dapat langsung memulai new normal untuk menjalankan bisnis – bisnis mereka tetap perlu menjalani protokol – protokol kesehatan dengan sangat disiplin dan tidak boleh terlena dengan label zona hijau.

Menteri Perdagangan yang bernama Agus Suparmanto menjelaskan bahwa transisi masa new normal pada bisnis, yaitu dengan melakukan pembukaan kembali kegiatan – kegiatan usaha tanah air, tentu dilakukan agar mampu kembali mendongkrak roda – roda perekonomian masyarakat agar tidak semakin menurun dan terpuruk. Kesehatan tentunya menjadi prioritas pemerintah, namun tidka bisa dipungkiri faktor – faktor ekonomi juga sangat penting untuk keberlangsungan hidup dari rakyat Indonesia. Maka dari itu, pemerintah saat ini dengan getol mengkampanyekan hidup normala tau new normal terutama pada sektor bisnis.

Yang pertama: screening

Langkah – langkah new normal untuk usaha kaloian, yang pertama adalah langkah screening,yang mana merupakan langkah awal untuk untuk melakukan pengecekan apakah suhu tubuh seluruh pedagang, pengelola pasar dan organ pendukung di bawah 37,3 derajat celcius, sehingga jika suhu mereka yang tidak normal akan dilarang untuk masuk pada area pasar.

Kedua: Bilik bersih 

Pihak dari manajemen perlu secara wajib membuat tempat cuci tangan dan tempat atau bilik higienis. Pada bilik tersebut guna mendukung new normal yang berguna pada bisnis, penggunaan sabun, dan hand sanitizer wajib untuk disediakan. Pihak manajemen juga perlu dengan teratur melalkukan penyempritan – penyemprotan disinfektan pada berbagai sudut yang ada.

Ketiga: Tegas dalam mengatur jarak antar orang

New normal agar usaha lancar, juga perlu dibarengi dengan ketegasan dalam mengatur pengunjung atau penjual untuk memberlakukan phisical distancing sesuai dengan peraturan yang ditetapkan standart World Health Organization. Ssolusinya, adalah manajemen perlu memberikan tanda – tanda pada lantai atau bagian bawah tempat berpijak sehingga mereka jadi tahu bisa berdiri di sebelah mana dengan jarak yang cukup.

Kempat: Siapa saja wajib menggunakan masker

Pada bagian ini bahkan sebelum memasuki era new normal, semua orang sudah membekali diri dengan masker, ya! Sehingga cederung lebih aman dan mudah dalam melakukan pengawasan.

Artikel Terkait

7 Pengusaha UKM Sukses di Indonesia yang Bisa jadi Panutan

marsha

Jangan Pernah Abaikan! 5 Langkah Agar Bisnis Taat Hukum

Iskandar Rumi

Pengen Tahu Kebiasaan dan Karakter Konsumen Zaman Now? Baca di Sini!

marsha