a

2020 Masih Oke Jualan Vapor? Cek Ulasannya di Sini:

Sesungguhnya, ini bukan merupakan fenomena baru yang terjadi di kalangan urban dan daerah sekitarnya. Masyarakat kini banyak yang beralih dari mengonsumsi rokok konvensional menjadi rokok elektrik. Perpindahan dari rokok tradisional ke elektrik, tidak diduga – duga dari wkatu ke waktu ternyata semakin ramai diminati. Pelaku usaha pun kini semakin banyak yang ikut merambah bisnis vapor karena memang bisnis vapor atau vape atau rokok eletrik tersebut semakin banyak dicari sehingga sayang jika kesempatan bisnis ini dilewatkan begitu saja.

Bahkan, sebuah informasi yang dikemukakan oleh para peneliti dari Inggris dan Irlandia yang dimuat dalam jurnal Penelitian Nikotin dan Tembakau, menyatakan, bahwa rokok elektrik berpotensi untuk membantu mengontrol nafsu makan dan menghindari obesitas bagi perokok aktif yang ingin berhenti merokok. Fakta tersebut tentunya akan semakin menambah peluang bisnis yang tinggi terhadap bisnis vapor Indonesia, bukan?

Alasan lain mengenai bisnis vapor akan semakin membuka celah bisnis yang tinggi, adalah rokok tembakau atau rokok konvensional, dikutip melalui Tirto, diakui mampu menekan kadar nafsu makan. Hal ini menyebabkan orang-orang tetap merokok demi menjaga berat badan mereka, dan mengurungkan niat untuk berhenti.

“Masalah berat badan mencegah beberapa perokok untuk berhenti, sehingga kita perlu mengeksplorasi cara-cara alternatif untuk membantu (orang) mengkontrol berat badan mereka saat menghilangkan risiko tembakau,” ujar Linda Bauld, profesor Kebijakan Kesehatan Universitas Stirling, Inggris.

Banyak ahli kesehatan publik berpikir rokok elektronik atau ‘vape’ beresiko lebih rendah dan dapat menjadi sebuah alternatif bagi perokok. Namun demikian, beberapa pihak masih mempertanyakan keamanan rokok elektrik tersebut ketika digunakan dalam jangka panjang, sehingga mungkin membuat ragu kalian – kalian yang memang berencana untuk membuat bisnis vapor.

“Manfaat rokok elektronik bagi perokok, jauh lebih besar daripada bahayanya, dikarenakan ‘vaping‘ hanya memiliki sekitar lima persen risiko dari merokok,” tegas Linda Bauld yang juga merupakan Wakil Direktur Pusat Studi Tembakau dan Alkohol negara Inggris, sehingga kalian pelaku usaha Indonesia tidak perlu cemas berlebih jika berniat membuka bisnis vapor.

Para peneliti lain dalam ulasannya mengatakan bagi perokok yang mencoba untuk berhenti dan menjaga berat badan, rokok elektronik dengan aroma makanan mungkin dapat menciptakan sensasi makan yang dapat ‘memalsukan’ pikiran Anda, sehingga otak dapat menganggap Anda telah mengonsumsi sesuatu namun tanpa kalori.

Hal tersebut ditambah dengan uap dalam rokok elektronik dapat memainkan peran potensial dalam membantu perokok yang mencoba untuk berhenti agar makan lebih sedikit.

Selain itu, rasa dari liquid atau cairan vapor tersebut memiliki banyak variasi, yang tentunya dapat disesuaikan dengan selera konsumen. Tentunya hal tersebut akan lebih menyesuaikan selera pasar terutama perokok yang telah aktif sebelumnya. Hal ini tentunya tidak didapat dari rokok-rokok konvensional yang tersedia di pasaran.

Variasi liquid pun jenisnya beraneka ragam, dari rasa basic seperti cokelat, vanilla, stroberi, sampai variasi rasa unik seperti rasa jagung, minuman bersoda, permen karet, karamel, cupcake, bahkan rasa mie goreng pun dijual dipasaran. Menarik dan unik banget! Selain rasa yang dimiliki liquid vapor, asap yang dihasilkan pun akan memiliki aroma yang sama sesuai dengan rasa liquid tersebut.

Jadi, bagaimana? Apa Anda ikut tertarik dengan bisnis vapor dan seluk-beluknya yang serba unik tersebut? Semoga fakta di atas dapat membantu Anda untuk lebih mengenal Vapor atau rokok elektrik sebelum Anda benar-benar terjun pada bisnis tersebut, ya. Dalam membuka suatu bisnis, terutama pada masa pandemi seperti saat ini, tentunya kalian merasa lebih was – was jika dibanding waktu – waktu normal sebelum masa pandemi menyerang. Terutama bisnis vapor merupakan jenis bisnis yang segmentasinya tertentu. Kalian tidak perlu cemas, kalian sebagai pelaku bisnis bisa melakukan penekanan budget jika berencana membuka bisnis vapor.

Salah satu trik untuk menjalankan bisnis vapor adalah dengan menjalankannya melalui online terlebih dahulu. Bisnis vapor bisa dengan mudah dimulai melalui E – commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan lain – lain. Selain itu juga, bisnis vapor bisa dimulai dengan menjadi reseller agar budget yang dibutuhkan lebih minim. Memang, membuka bisnis pada masa pandemi virus Covid – 19 Corona membutuhkan ekstra hati – hati. Namun, bukan berarti tidak bisa berjalan, bukan? Semangat yaaa kalian berbisnis saat Corona seperti saat ini!

 

Share With:
Rate This Article
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.