a

Gimana Sih Mengenal Perilaku Konsumen untuk Tingkatkan Omzet Bisnis Offline dan Online? 12 Langkah Ini akan membantu Anda

Bisnis saat ini menjadi pilihan orang-orang yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka selalu mencari bisnis apa yang cocok dan sesuai dengan minat. Mungkin Anda pun ingin memulai bisnis, tapi Anda bingung bisnis apa yang cocok untuk dilakukan. Ada hal penting sebelum memulai bisnis yang harus diketahui oleh para pengusaha. Bukan hanya soal barang yang akan Anda tawarkan kepada konsumen, tapi juga mengenal perilaku konsumen agar produk laris terjual yang harus Anda ketahui.

Kenapa konsumen penting? Karena konsumen adalah target market kita. Jika tidak ada konsumen, produk yang Anda jual tidak akan laku dan di beli. Bagaimana agar produk yang Anda jual dicari dan dibeli oleh konsumen? Anda wajib mengetahui bagaimana perilaku konsumen atau karakter dari konsumen yang Anda sasar.

Bagaimana Mengenal Perilaku Konsumen Agar Produk Bisa Laris?

Jika Anda sebagai penjual tidak mengetahui bagaimana watak konsumen ketika membeli barang, tentunya akan sulit menjual barang atau jasa yang Anda tawarkan. Dengan mengetahui karakter pembeli, Anda akan bisa dengan mudah dalam menjual produk tersebut.

Apa Sebenarnya Perilaku Konsumen?

Perilaku konsumen adalah proses calon konsumen dalam memutuskan untuk membeli, menggunakan, atau mengkonsumsi suatu produk yang Anda tawarkan. Jadi Anda harus mengetahui keputusan apa yang menyebabkan konsumen mau membeli produk yang Anda tawarkan, serta bagaimana konsumen akhirnya memutuskan mengkonsumsi produk yang Anda jual tersebut.

Tetapi perilaku konsumen tidak sesederhana hal itu, Anda harus mengetahui lebih jauh mengenai perilaku konsumen agar bisa menjual produk yang Anda tawarkan tepat sasaran. Apa lagi saat ini, sudah menjadi era internet. Banyak konsumen yang lebih memilih untuk belanja secara online dibandingkan datang langsung ke lokasi.

Perilaku Konsumen Indonesia yang Wajib Diketahui Penjual

Karakterisitik konsumen di Indonesia sangat beragam. Hal ini yang membuat banyak produsen harus benar-benar memutar otak untuk bisa mendapatkan konsumen yang cocok dan tepat. Berikut beberapa karakteristik konsumen di Indonesia.

Melihat Tren

Konsumen di Indonesia sangat suka dengan tren yang sedang booming. Produk yang sedang mengikuti tren, produk itu akan mereka beli. Selain itu, konsumen di Indonesia pun suka ikut-ikutan membeli sebuah produk jika, tetangga atau kerabatnya membeli produk tersebut dan produk tersebut benar-benar sangat menarik.

Bagi seorang produsen, mengenal perilaku konsumen yang hanya suka melihat tren wajib dipahami. Masyarakat Indonesia sangat suka dengan produk yang sedang tren. Untuk itu ini bisa menjadi modal awal produsen untuk menyasar konsumen yang cocok dengan produk yang akan ditawarkan.

Mudah Sekali Terpengaruh dengan Iklan

Banyak konsumen di Indonesia yang sangat mudah terpengaruh dengan iklan. Jika iklan yang dikemas oleh si produsen menarik, si konsumen akan membelinya. Apa lagi jika iklan yang ditampilkan benar-benar sesuai dengan keinginan konsumen Indonesia. Produk yang melakukan iklan dan bisa mempengaruhi konsumen, biasanya akan sukses dan produk tersebut akan banyak yang beli. Salah satu contoh produk yang berhasil mendapatkan hati konsumen dari iklan adalah produk Antangin pada 2010.

Karakter Produk yang Berbudaya Lokal

Tak dipungkiri kearifan budaya lokal yang ada di Indonesia masih menjadi pegangan penting bagi beberapa produsen untuk merebut hati masyarakat Indonesia. Ini merupakan strategi para produsen yang ingin mengenal perilaku konsumen agar omzet meningkat, jangan meninggalkan budaya lokal untuk bisa masuk ke hati konsumen.

Salah satu produk yang sukses untuk mengambil hati konsumen adalah Indomie. Varian rasa dari Indomie berhasil membuat masyarakat Indonesia untuk membeli Indomie dengan beberapa varian rasa. Seperti Indomie Goreng Rendang, Indomie Soto Lamongan, dan Indomie Goreng Sambal Ijo yang sukses memikat hati konsumen Indonesia dengan mengambil varian rasa sesuai kearifan lokal Indonesia.

Religius

Masyarakat Indonesia memiliki tingkat religius yang tinggi, modal ini harus digunakan oleh para produsen yang ingin mengenal perilaku konsumen Indonesia untuk meningkatkan omzet penjualan produk mereka.

Masyarakat Indonesia sangat suka dengan produk-produk yang berbau religius. Banyak sekali produk-produk yang sukses karena mengambil konsumen dengan menyasar pandangan religius masyarakat setempat.

Salah satunya adalah produk-produk hijab yang telah sukses menggaet masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam. Serta produk-produk Herbal yang sukses terjual, meskipun tanpa adanya iklan di media massa bisa sukses dan diterima oleh masyarakat karena mengincar masyarakat yang religius.

Ikatan Sosial

Masyarakat Indonesia sangat suka dengan ikatan sosial atau bersosialisasi. Ajang ini pun menjadi salah satu karakter konsumen Indonesia terhadap sebuah produk. Brand harus mampu mengenal perilaku konsumen yang memiliki ikatan sosial yang kuat. Ini bisa menjadi cara yang tepat untuk mengenali perilaku konsumen Indonesia bagi para produsen. Jika di suatu komunitas masyarakat, ada beberapa anggota yang memakai brand itu, anggota yang lain pun akan ikut menyukai brand tersebut.

Banyak produk yang berhasil masuk ke komunitas, dan produk tersebut sukses serta sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Salah satu produk tersebut adalah beberaa Produk MLM seperti Melia Sehat Sejahtera yang anggotanya ribuan, dan juga Paytren yang bisa menggaet bahkan membentuk komunitas produk tersebut. Trik mendekati konsumen yang memiliki ikatan sosial bisa dicoba oleh produsen yang ingin sukses dalam meningkatkan omzet.

Tidak Terencana

Salah satu perilaku konsumen di Indonesia yang wajib dikenali oleh produsen adalah masyarakat Indonesia tidak memiliki rencana yang baik. Seperti halnya dalam mengelola keuangan, masyarakat Indonesia sangat suka berbelanja dengan tidak terencana.

Contohnya ketika mereka datang ke pasar atau supermarket, mereka sudah tiba dan sudah tahu apa saja yang ingin di beli, seketika akan ada produk yang tidak terpikir dan tidak terdapat di list catatan akhirnya mereka beli. Inilah salah satu cara mengenal perilaku konsumen agar bisa mendapatkan hatinya dan meningkatkan omzet.

Contoh lainnya adalah masih banyaknya pengguna telepon seluler yang memakai pulsa pra bayar dari pada pascabayar. Contoh ini menunjukan bahwa konsumen Indonesia kadang hanya membeli produk saat butuh saja. Meskipun itu sebelumnya tidak direncanakan akan berapa pulsa yang mereka beli setiap bulannya.

Konsumen Diskon

Hampir semua orang suka diskon, tapi ternyata terdapat orang-orang yang hanya membeli produk ketika diskon saja. Karakter konsumen seperti ini patut diincar para produsen dengan memberikan diskon-diskon menarik kepada para konsumen dan calon konsumen.

Dengan mengenal perilaku konsumen agar meningkatkan omzet penjualan produk yang Anda jual. Jadi Anda wajib melakukan diskon beberapa kali untuk memikat hati konsumen dan meningkatkan penjualan produk Anda.

Tampilan Menarik

Perilaku konsumen agar omzet meningkat adalah dengan memberikan tampilan yang menarik pada produk untuk dilihat konsumen. Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat suka dengan produk-produk yang memiliki tampilan menarik. Terkadang mereka tidak peduli dengan kegunaan produk itu. Apabila tampilan menarik, dan ia cukup butuh dengan produk tersebut maka ia bisa dengan mudah membeli produk tersebut tanpa harus tahu komposisi dan isi pada produk itu.

Itulah delapan hal mengenal perilaku konsumen agar omzet meningkat. Kedelapan perilaku konsumen tersebut, merupakan perilaku konsumen yang suka membeli produk secara offline, tetapi bukan berarti tidak berlaku bagi konsumen online.

Ada beberapa perilaku konsumen di atas sangat berbeda dengan perilaku konsumen yang suka dengan belanja secara online. Sehingga produsen atau pengusaha harus bisa mengenal perilaku konsumen secara online dan offline. Ada beberapa karakter konsumen di dunia online yang harus diketahui oleh pebisnis?

Mengenal Perilaku Konsumen Agar Omzet Meningkat di Dunia Online

Suka Lihat Produk via Telepon Seluler Belanja via Desktop

Ada yang unik dari konsumen di Indonesia yang suka belanja online. Rata-rata konsumen di Indonesia lebih banyak ‘hunting’ produk via smartphone. Mereka hanya sekedar hunting tanpa membelinya. Hal itu terbukti dari jumlah traffic ke e-commerce yang cukup banyak dari smartphone. Namun perilaku konsumen online tidak menunjukan mereka membeli barang yang dilihat via smartphone tersebut. Namun mereka lebih memilih untuk membelinya melalui desktop.

Agar Anda bisa mengenali perilaku konsumen Indonesia di dunia online dan bisa meningkatkan omzet dari bisnis online. Usahakan tampilan produk di website Anda mobile friendly. Hal itu harus menjadi pertimbangan untuk mendapatkan konsumen di online.

Suka Belanja di Hari Kerja

Umumnya masyarakat Indonesia sangat suka datang ke mall saat weekend atau saat libur. Berbeda terbalik ketika berbelanja online. Salah satu karakter konsumen di dunia online adalah lebih suka berbelanja di hari kerja bahkan di jam kerja.

Hal itu terbukti dari jumlah traffic belanja secara online lebih banyak di hari kerja sekitar pukul 10.00. Namun, di weekend traffic konsumen yang melakukan pembelanjaan turun hingga 30 %. Mengenal perilaku konsumen yang suka belanja di hari kerja sangat penting untuk produsen atau pemilk brand. Anda harus selalu melakukan update produk di hari kerja. Jangan sampai website Anda tidak bisa di akses saat hari kerja, ini akan merugikan Anda.

Bayar Dengan Transfer Bank dan COD

Konsumen di Indonesia pun lebih suka membayar belanjaan dengan transfer bank dan COD (Cash on Delivery) dibandingkan dengan kartu kredit. Mengenal perilaku konsumen dengan melihat karakter pembayarannya bisa menjadi salah satu cara untuk memudahkan konsumen dalam belanja di website. Dengan memberikan kemudahan transfer antar bank dan layanan COD bisa membuat omzet Anda meningkat, karena konsumen lebih suka untuk melakukan pembayaran transfer bank dan COD daripada menggunakan kartu kredit.

Hanya Belanja Rp 481 Ribu

Hasil penelitian yang dilakukan oleh iPrice di 2018 bisa menjadi acuan para produsen untuk memasang strategi promosi yang tepat untuk menyasar konsumen di online. Ternyata hasil riset menunjukan perilaku konsumen di Indonesia hanya menghabiskan uang sebesar Rp 481 ribu untuk belanja online.

Mengenal perilaku konsumen dalam mengeluarkan uangnya untuk belanja online bisa menjadi pandangan para produsen untuk menentukan harga pasar yang cocok, dan menentukan produk seperti apa yang harus dijual.

Mengenal perilaku konsumen dalam belanja untuk meningkatkan omzet usaha adalah hal penting yang harus dilakukan oleh pengusaha. Tanpa mengenali karakter konsumen di Indonesia akan sangat sulit dalam menyasar konsumen yang tepat. Usahakan Anda bisa megenal karakteristik konsumen di Indonesia, agar produk Anda laris, tepat sasaran, banyak yang mencari, dan mendapatkan hati pelanggan.

 

0 0 vote
Article Rating
Share With:
Rate This Article
3 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
trackback
Ragam Kekeliruan Bisnis Online yang Sering Membuat Pebisnis Kewalahan - Solusiukm
March 6, 2020 17:01

[…] Barang atau Jasa yang Tidak Sesuai dengan Ekspektasi Pelanggan […]

trackback
5 Kiat Jitu Menggaet Pelanggan dari Kalangan Generasi Milenial - Solusiukm
March 7, 2020 17:00

[…] Generasi milenial tak akan ragu menjadi pelanggan setia bisnis Anda bila Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini: […]

trackback
Meski Sering Diremehkan, 5 Disabilitas Ini Berhasil Menjadi Pengusaha Sukses - Solusiukm
March 13, 2020 17:00

[…] Antijobless.com sajikan para pengusaha disabilitas yang sukses dengan bisnisnya dan memiliki omzet yang luar […]