Solusiukm
Bisnis

Pelajari Jejak Gojek yang ‘Nyomot’ Perusahaan Lain

Photo Source: Gojek.com

Layanan uang digital di Indonesia sepertinya akan sangat berkembang di 2018. Hal itu dibuktikan dengan beberapa perusahaan Financial Technology (Fintech) yang mulai berkolaborasi dengan berbagai perusahaan. Pekan lalu, perusahaan layanan transportasi online Go-Jek mengakuisisi tiga fintech sekaligus yakni Midtrans, Kartuku, dan Mapan.

Akuisisi ketiga perusahaan fintech tersebut sebagai cara Gojek untuk memperbesar layanan dompet digital yang mereka miliki, Go-Pay dan untuk memperkuat posisi Go-Pay sebagai raksasa pada industri fintech di Indonesia.

Langkah yang ditempuh Gojek dengan mengakuisisi tiga perusahaan fintech sekaligus, ingin menunjukan bahwa Go-Jek akan menjadi pemain raksasa bidang fintech di Indonesia. Serta, ingin menjadikan Go-Jek untuk menyediakan ekosistem pembayaran bagi institusi keuangan, korporasi, UKM, dan juga masyarakat yang telah mengenal jasa perbankan maupun masyarakat yang belum mengenal sama sekali mengenai pembayaran perbankan.

Demi Ekspansi Go-Pay

Saat ini Go-Pay digunakan oleh lebih dari 50% pengguna Go-Jek di Indonesia. Layanan Go-Pay memang menjadi salah satu pembayaran yang sering digunakan oleh pengguna Gojek untuk melakukan pembayaran transaksi penggunaan layanan Go-Jek dan Go-Food.

Go-Jek menganggap ketiga perusahaan fintech yang telah diakuisisi oleh mereka, merupakan perusahaan yang cukup besar. Ketiganya telah memproses transaksi mencapai angka Rp 67, 5 triliun per tahun, baik dari debit, dompet digital, maupun kartu kredit bagi para pengguna, penyedia jasa, dan merchant milik ketiga perusahaan itu.

“Kini, saatnya Go-Jek melangkah maju memasuki babak baru. Melalui akuisisi ini, Go-Jek akan berkolaborasi dengan tiga perusahaan fintech nasional terdepan di Indonesia yang memiliki visi dan etos kerja yang sama. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi dan langkah kami di industri fintech Indonesia,” jelas Founder dan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim dalam siaran pers yang diterima.

Nadiem mengungkapkan, bahwa Go-Jek telah mengikuti perkembangan ketiga fintech tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Go-Jek ingin menantikan kolaborasi dengan ketiganya untuk mewujudkan satu misi yang sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia di bidang digital.

Memudahkan Pengguna

Kolaborasi Go-Jek dan ketiga fintech yang diakuisisi akan memudahkan pengguna dalam mengakses sistem pembayaran digital Meskipun Go-Jek bukanlah satu-satunya pemain dompet digital, tetapi Go-Jek memiliki basis masa yang cukup besar.

Apa lagi, Go-Pay sudah dijadikan salah satu metode pembayaran yang cukup diminati oleh masyarakat pengguna Go-Jek, terutama untuk pembayaran layanan transportasi, kurir makanan, paket, dan layanan multiplatform yang ada di aplikasi Go-Jek.

Presiden Go-Jek Group Andre Soelistyo mengatakan, menyambut tahun 2018, Go-Jek akan berkembang lebih luas lagi. Dengan menyediakan sistem pembayaran yang aman, nyaman, dan mudah baik secara online maupun sistem pembayaran secara offline.

Alasan Go-Jek Meminang Ketiganya

Ada beberapa alasan mengapa Go-Jek memilih Midtrans, Kartuku, dan Mapan untuk diakuisisi. Ketiganya dinilai memiliki spesialisasi sendiri dalam bidang pembayaran online maupun offline. Seperti Midtrans yang menjadi layanan payment gateway online terbesar di Indonesia.

Sementara Kartuku, merupakan fintech yang memiliki cukup banyak merchant di Indonesia dengan pembayaran offline. Sementara Mapan, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang arisan online, dan telah membantu 1 juta keluarga di Indonesia untuk mengikuti sistem arisan unik yang tersebar di 100 kota.

Go-Pay menjadi Layanan Multiplatform

Kolaborasi ketiga perusahaan fintech dengan Go-Jek tersebut memang sudah menjadi sebuah cita-cita Nadiem Makarim untuk memisahkan antara Go-Jek dengan Go-Pay. Dimana Go-Pay akan menjadi layanan sistem pembayaran multiplatform di 2018.

Nadiem mengatakan bahwa, adanya Go-Pay telah merubah gaya hidup masyarakat. Oleh, sebab itu Go-Jek ingin Go-Pay melebarkan sayap untuk terus menjangkau layanan pembayaran multiplatform dengan lebih luas lagi.

Ketakutan Bank Indonesia

Hingga saat ini akuisisi Go-Jek terhadap tiga perusahaan tersebut belum mendapatkan lampu hijau dari Bank Indonesia. Menurut pihak BI, Go-Jek sudah melaporkan proses akuisisi sejak Senin, 28 Desember 2017. Direktur Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pungky Wibowo, menjelaskan bahwa pihak Go-Jek hingga saat ini masih dalam proses perizinan dan masih di proses penilaian oleh bank Indonesia.

BI saat ini sedang melakukan proses kepada dua perusahaan yaitu Midtrans dan Kartuku, karena kedua perusahaan tersebutlah yang memiliki hubungan dengan BI sebagai jasa pembayaran. Proses ini akan berlangsung selama 45 hari.

Ketakutan Bank Indonesia terhadap akuisisi yang dilakukan Go-Jek Grup ini adalah terjadinya dominasi pasar industri jasa keuangan digital. BI akan menerapkan sistem consolidated supervision terhadap laporan Go-Jek. “Untuk membuat iklim usaha yang kondusif, BI mempunyai hak untuk meneliti,” kata Pungky. BI tidak ingin, akuisisi ini membuat Go-Jek melakukan predatory pricing.

Akan ada tiga hal yang akan sangat diperhatikan oleh BI dalam proses penilaian akuisisi Go-Jek kepada tiga perusahaan tersebut, yakni manfaat suatu usaha pada perekonomian nasional, skala usaha yang dilakukan harus memenuhi peraturan yang ditetapkan pemerintah, serta model bisnis yang dilakukan tidak boleh melakukan praktek yang merugikan.

Kolaborasi Go-Jek dengan ketiga Fintech untuk meningkatkan layanan pembayaran digital di Indonesia. Karena saat ini masyarakat Indonesia, terutama masyarakat perkotaan lebih senang untuk melakukan pembayaran secara digital dibandingkan dengan membayar tunai. Sehingga dengan kolaborasinya empat perusahaan ini dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran secara digital.

Artikel Terkait

Ganteng, Keren, Pinter: Cara Tiru Bisnis Ashraf Sinclair!

marsha

Kena PHK Karena Corona? Cek Bisnis 2020 yang Menjanjikan di Sini!

marsha

Pelajari Cara Dapat Tambahan Modal Untuk Bisnis

admin