Solusiukm
Bisnis

Ini Bisnis yang Jangan Dijalani Saat Ramadhan 2020

Saat pandemi virus Covid – 19 Corona menyerang, tentunya banyak industri – industri bisnis yang terkena dampaknya. Banyak sektor – sektor bisnis yang memiliki dampak besar. Bahkan, karena efek buruknya begitu mendadak dan besar, banyak kasus ekonomi yang harus memberikan keputusan – keputusan besar dan tidak baik.

Domino efek atau efek beruntun pada bisnis yang ditimbulkan karena pandemi Covid – 19 Corona tersebut adalah kasus – kasus seperti pemotongan pembayaran gajiyang nominalnya cenderung tinggi, unpaid leave alias terpaksa dirumahkan namun tidak digaji, hingga aksi terburuk yaitu PHK atau  pemutusan hubungan kerja.

Pandemi berupa virus Covid – 19 Corona ini membuat hampir smeua sektor bisnis berdampak buruk, salah satunya adalah bisnis ritel fesyen. Sudah banyak bisnis – bisnis menengah ke bawah pada industri fesyen terpaksa gulung tikar. Bisnis – bisnis fesyen yang bangkrut tidak hanya yang berlokasi di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Selain gulung tikar, toko – toko fesyen yang masih bertahan pun diharuskan menutup bisnisnya jika yang dimiliki hanya bisnis offline store alias toko fisik saja. Penutupan toko fisik pada berbagai industri diwajibkan karena bentuk upaya maksimal agar rantai penyebaran virus Covid – 19 Corona dapat dihentikan.

Atas himbauan pemerintah untuk tetap di rumah, tentunya semua masyarakat berhenti untuk berbelanja produk fesyen secara offline. Bahkan, untuk pembelian produk fesyen secara online yang tidak memerlukan keluar rumah pun fenomenanya juga mengalami penurunan drastis. Dikutip data melalui Detik Finance, bisnis fesyen tahun ini mengalami anjlok sekitar 30 %.

Terutama saat ini sedang memasuki bulan Ramdhan, maka ada baiknya jika kita memikirkan bisnis ramadhan 2020 apa saja yang perlu dihindari, terutama saat pandemi Covid – 19 Corona menyerang. Data lebih lengkap yang dimiliki Business of Fashion dan konsultan internasional McKinsey & Company yang dipublikasi pada 8 April 2020 menyatakan bahwa 1. 400 bisnis besar fesyen akan turun hampir separuh yaitu 40 %.

Bahkan, salah satu pemilik dari konsultan perencana keuangan yang bernama Ligwina Hananto menjelaskan pada salah satu video dari Raditya Dika bahwa tidak sedikit juga bisnis fesyen yang mengalami tidak memiliki pemasukan sama sekali alias 0 %.

Dengan fakta – fakta di atas, tentu jelas sekali menunjukkan bahwa bisnis Ramadhan 2020 yang jangan dikerjakan adalah bisnis fesyen. Hal ini dikarenakan bisnis fesyen memang secara massal akan mengalami kerugian sehingga tidak dapat dijadikan sebagai bisnis Ramadhan 2020 yang baik. Tentunya hal ini berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya karena bisnis Ramdhan selalu bisa menjadikan produk fesyen sebagai bisnis yang baik, terutama produk – produk baju muslim.

Dikutip melalui Detik Finance, CEO dari Business of Fashion yang bernama Imran Amed menjelaskan untuk meminta bisnis – bisnis pada dunia fesyen untuk gotong royong dan bekerja sama untuk membuat situasi bisnis fesyen lebih baik setelah semua pandemi Covid – 19 Corona selesai. Ia berpendapat karena sangat tidak mungkin untuk melewati kondisi krisis pandemi ini seorang diri, sehingga perlu berbagi data dan ilmu untuk melalui krisis pandemi Covid – 19 Corona ini. Hal serupa juga terjadi oleh publik figur terkenal dan juga perancang busana, Ivan Gunawan. Ivan Gunawan yang memiliki sebuah butik di bilangan Cipete, Jakarta Selatan tersebut telah beralih fungsi sebagai tempat berjualan makanan. Jenis kuliner yang dijual oleh Ivan Gunawan tersebut diketahui berjenis Peyek. Fakta ini semakin memperjelas bahwa bisnis fesyen bukanlan bisnis Ramadhan 2020 yang bisa kalian kerjakan, bukan?

Ivan Gunawan yang telah mendirikan butik tersebut dengantampilan mahal dan sangat bagus sesuai dengan gaya fesyen kekinian selera internasional. Namun karena pandemi Covid – 19 Corona yang terjadi serba mendadak, tempat tersebut dijadikan tempat pengemasan produk Peyek tersebut.  Base Camp Peyek Mak Igun. Ivan Gunawan rupanya paham betul mengenai celah bisnis Ramadhan 2020 terlebih saat pandemi Covid – 19 Corona menyerang.

Ivan Gunawan menjelaskan bahwa saat bisnis butik dan fesyen miliknya yang sangat sepi tersebut, ia menjalankan bisnis barunya yaitu bisnis Peyek yang ternyata sudah terlebih dahulu viral. Ivan gunawan tentu mendirikan bisnis Ramadhan 2020 berupa Peyek tersebut dengan varian rasa – rasa lezat, seperti rasa kacang, rasa cabe rawit, teri, dan juga rasa cabai hijau.

Celah bisnis Ramadhan 2020 kali dimanfaatkan Ivan dengan menjual makanan Peyek tersebut dengan harga terbilang mahal. Harga yang dipatok Peyek yang dijuluki dengan sebutan ‘Peyek Sultan’ tersebut Rp. 135.000,-. Tentunya hal ini termasuk bisnis Ramadhan yang menjanjikan, karena saat Ivan mulai menjual Peyek tersebut, langsung direspon baik oleh konsumen – konsumen.

Dari segala penjelasan fakta di atas, ada baiknya jika kalian sebagai pelaku bisnis Ramadhan 2020 tidak menjalankan bisnis fesyen selama pandemi Covid – 19 Corona melanda, karena konsumsi masyarakat akan teralihkan dari fesyen menjadi kebutuhan – kebutuhan utama yang pokok.

Agar dapat tetap bertahan pada pademi ini, tetap tambah ilmu pengetahuan kalian seputar bisnis dengan cara membaca E – BOOK seputar dunia bisnis. Pas banget, kita punya banyak banget E – book yang dapat diunduh secara GRATIS khusus untuk kalian pelaku bisnis UKM Indonesia. Ayo, langsung aja klik banner di bawah, yuk!

Artikel Terkait

Belajar jadi Serial Entrepreneur yang Sukses

Iskandar Rumi

Biar Produk Dibeli Bule Internasional, Ikuti Langkah ini!

marsha

Peluang Bisnis: Harga Sepeda Lipat Bekas Lebih Mahal

marsha