a

Istilah Keuangan Buat Pebisnis Pemula, Wajib Baca Biar Ngga Cupu!

Bagi kalian yang awalnya memiliki karir sebagai karyawan, atau kalian yang masih ada di usia muda dan baru memiliki niat untuk membuka sebuah bisnis, tentunya akan memerlukan pembelajaran yang banyak namun menyenangkan, terlebih jika kalian yang pada dasarnya sangat berminat atau passionate dalam bidang berdagang ini.

Dalam sebuah bisnis, apstinya sangat banyak komponen dan elemen yang perlu menjadi pemebelajaran tambahan dan wajib diketahui agar sebuah bisnis dapat berjalan dengan baik. Salah satu tips pebisnis pemula yang kalian perlu pahami lebih dalam, adalah perihal keuangan bisnis. Pada sektor keuangan pada sebuah usaha, pebisnis pemula membutuhkan tips – tips, agar pebisnis pemula tersebut lebih mengerti dan memahami seluk – beluk keuangan usaha.

Berbagai macam jenis usaha yang dijalankan oleh pelaku bisnis lama atau bahkan pebisnis pemula seperti kalian, tentu wajib tahu mengenai sebutan omset atau omzet pada sebuah penjualan, profit, cash, dan free cash. Faktanya, masih banyak istilah – istilah lainnya yang perlu kalian ketahui sebagai pebisnis pemula dan juga tips – tips lain dan nantinya akan kami bahas secara lebih rinci. Agar tidak bingung saat sudah memulai bisnis, tentunya pebisnis pemula wajib tahu istilah – istilah dasar keuangan pada bisnis seperti di bawah ini:

Omset, atau, bahasa baku yang benar adalah Omzet

Hal mendasar yang masih banyak pebisnis pemula bahkan pebisnis senior sering salah dalam menulis adalah kata omset. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, ejaan yang tepat bukanlah ‘omset’, melainkan ‘omzet’. Ya, menggunkan huruf Z. Hal ini perlu diluruskan karena masih banyak saja masyarakat yang menggunakan kata yang salah yaitu omset pada mesin pencari Google.

Pernyataan – pernyataan umum mengenai omset atau omzet tentu seputar “Duh, omset penjualan saya sering turun beberapa waktu belakangan”. Pada umumnya, penjelasan tersebut akan menyebutkan sejumlah angka tertentu.

Definisi atau arti dari kata Omset, atau Omzet, adalah sejumlah uang atau angka pendapatan yang didapat setelah berhasil berbisnis dan menjual sesuatu atau menjual sebuah jasa. Pada umumnya, Omset atau Omzet dihitung pada waktu tertentu, misalkan satu bulan.

Sebagai pebisnis pemula, nominal angka tersebut adalah penghasilan secara kotor, artinya masih belum dikurangi berbagai pengeluaran lain seperti biaya listrik, biaya gaji, harga pokok penjualan, dan lain – lainnya. Sehingga, kalian belum bisa menilai dengan puas saat menerima pemasukan dalam bentuk masih kotor atau omset / omzet tersebut.

Profit

Istilah profit juga tentunya akan sering kalian dapatkan saat masuk pada dunia dagang atau dunia bisnis. Sebagai pebisnis pemula, kalian wajib untuk mengetahui apa yang disebut dengan profit tersebut.

Bagi kalian pebisnis pemula, harus benar – benar mengerti apa yang dimaksud dengan profit. Profit sendiri memiliki arti penghasilan bersih pada suatu bisnis, dan dalam durasi waktu yang tertentu. Dan tentunya, setiap pengusaha akan memiliki strategi – strategi bisnis  masing – masing untuk mendapat keuntungan atau profit yang tinggi, disesuaikan oleh budget, kemampuan sumber daya manusia, target pasar, dan faktor – faktor yang lainnnya. Tentunya, profit memiliki keterkaitan yang erat dengan omset atau omzet masuk yang dimiliki suatu bisnis. Semakin besar omset atau omzet yang masuk pada sebuha bisnis, bisa disimpulkan besar juga kemungkinan profit atau keuntungan bersih yang akan didapat oleh pelaku bisnis tersebut. Tidak rumit, bukan?

Cash dan Free Cash

Bagi pebisnis pemula maupun senior, pebisnis seniro, tentu sering mendengar istilah ini. Cash di dalam keuangan bisnis memiliki arti dana yang masuk pada bisnis kalian, yang mana dana tersebut sudah dikurangi biaya – biaya lainnya yang dibutuhkan saat mengeluarkan usaha.

Cash sendiri bagi kalian pelaku bisnis pemula perlu diingat akan dibagi lagi menjadi beberapa rekening pos, yaitu cash yang digunakan untuk memutar sebuah bisnis dan keperluan – keperluan lainnya. Dan yang satu lagi adalah free cash, yang artinya dapat kalian pakai untuk keinginan pribadi kalian.

Cash dan free cash ini yang sangat sering menjadi sebuah masalah baik untuk para pebisnis pemula dan baru terjun pada dunia dagang ini. Mereka sering menjadikan satu dana atau rekening yang dibutuhkan untuk keperluan pribadi, dan dana rekening untuk kebutuhan urusan bisnis.

Dengan mebedakan rekening pos untuk dana pribadi dan bisnis, tentunya kalian akan lebih mudah dalam melakukan pengaturan budget yang dijalankan usaha kalian. Dan terlihat jelas, mana dana yang bisa dipakai secara bebas karena dan apribadi, mana yang perlu pertimbangan matang dan juga strategi untuk keuangan bisnis usaha kalian.

Untuk tahu strategi paling lengkap dalam bisnis, kalian bisa dengan mudah mendapatkan panduan berbisnis khusus bagi UKM Indonesia. GRATIS, tanpa biaya. Caranya dengan bergabung MEMBERSHIP SOLUSI UKM, tanpa syarat dan tanpa ribet! Klik di sini: https://solusiukm.com/members/

Share With:
Rate This Article
avatar
trackback
Ini lho Cara Bikin Cash Flow Bisnis yang Oke! - Solusiukm

[…] ‘cash flow bisnis’ atau sering benget disebut dengan julukan bahasa Indonesia baku: arus kas. Cash flow bisnis atau disebut juga dengan arus kas tersebut memiliki definisi, yaitu sebuah laporan keuangan pada […]