a

Jualan Liquid Vapor Jadi Pilihan Bisnis Tokcer, lho!

Mengantisipasi bisnis vapor yang semakin ramai diminati, Anda sebagai pelaku usaha tentu menganggap fenomena tersebut sebagai peluang emas. Vapor sendiri merupakan alat yang banyak digunakan sebagai pengganti rokok konvensional karena dianggap lebih ‘aman’ dan lebih ‘sehat’.

Vape atau Vapor atau rokok elektrik adalah terdiri dari beberapa komponen. Beberapa komponen umum yang terdapat pada sebuah vapor adalah liquid atau cairan, dan alat vapor atau biasa disebut dengan device. Faktor-faktor lain yang membuat Vapor banyak disukai, adalah rasa dari liquid vapor tersebut yang dapat kita sesuaikan dengan selera konsumen. Liquid tersebut yang akan berperan penting dalam aroma, uap, dan juga rasa dari vapor tersebut.

Potensi bisnis ini tercium oleh Irham bersama sepupunya, Andhika Putra. Mereka yang pada mulanya hanya iseng mencoba, kini mampu meraih omzet minimal Rp. 15 juta setiap bulannya. Toko yang diberi nama Fuzz Liquid tersebut didirikan oleh Irham dan Andhika Putra atas alasan tergiur dengan keuntungan yang akan diraih.

Mau Tau Bagaimana Irham Memasarkan Produknya? Gampang Banget!

 

Meski hanya berdua menjalankan bisnis tersebut, dikutip melalui Kumparan, Irham dan sepupunya, Andhika Putra tak mengalami banyak kendala. Hal tersebut dikarenakan, strategi bisnis sesuai kondisi dengan media sosial banyak membantunya mempromosikan brand mereka yaitu Fuzz Liquid. Selain itu, acara-acara mahasiswa kerap menjadi peluang bagi Fuzz Liquid memasarkan produknya. “Kita mengakalinya dengan cara buka stand di event-event. Alhamdulillah banyak yang minat sama liquid kita,” terang Irham.

Irham pun tak merasa bermasalah dengan persaingan pasar. Alasannya, lanjut Irham, liquid vapor serupa makanan. Setiap konsumen memiliki selera untuk memilih aroma apa yang mereka inginkan.
“Semuanya disesuaikan dengan selera masing-masing. Namanya selera orang kan beda-beda. Jadi, persaingannya enggak begitu ketat,” ujarnya.
Hal yang sama juga terjadi dengan Maulana Yusuf pemilik bisnis Liquid Vapor Catalyst Vapor asal Cirebon. Lelaki yang arab disapa Hans tersebut mulai meracik produk liquid vapornya sendiri sejak tahun 201, sekaligus membentuk komunitas Vapor Cirebon. Hans yakin bahwa vapor dapat menggantikan kebiasaan masyarakat yang suka mengonsumsi rokok karena kadar racun yang dikeluarkan mesin vapor tidak sebanyak rokok konvensional.
Memasuki era pandemi yang disebabkan karena virus Covid – 19 Corona, dunia bisnis pada berbagai industri memang memiliki perubahan yang drastis. Perubahan ini dikendarai oleh berubahnya pola konsumsi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat seuruh dunia. Banyak industri yang saat normal atau sebelum pandemi virus Covid – 19 Corona menyerang sangat laris disukai oleh banyak orang. Salah satu industri – industri yang laris saat sebelum Covid – 19 Corona, adalah bisnis industri perhotelan, dan bisnis industri fesyen.
Kedua industri fesyen dan industri perhotelan masuk dalam kategori bisnis yang mengalami anjlok drastis pada masa pandemi Covid – 19 Corona. Untuk itu, bisnis pada kedua industri tersebut ada baiknya sangat dihindari (kecuali bisnis masker kain yang saat ini juga masuk dalam kategori bisnis fesyen dan kesehatan). Banyak informasi medis secara resmi menyatakan bahwa perokok akan lebih mudah tertular Covid – 19 Corona sehingga masyarakat perlu sangat waspada. Atas alasan – alasan itu yang akhirnya membuat alternatif dari rokok semakin dicari, salah satunya adalah vapor dan liquid – liquidnya.
Agar semakin aman dalam menjalankan bisnis saat masa sulit pandemi Covid – 19 Corona, baca buku panduan UKM saat pandemi GRATIS! Klik banner di bawah, yaaa! Ssst, ini BUKAN SPAM, kok.
Share With:
Rate This Article
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.