a

Pelajari Data 2 Tahun Lalu: Jumlah dan Karakter Pengguna Internet serta Peluang Bisnis Online

Source Photo: Cisconewsroom

Baru-baru ini Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan angka pengguna internet di Indonesia. Jumlah pengguna internet terbaru dari APJII menunjukan ada kenaikan hingga 10 juta pengguna dibandingkan tahun 2016. Di tahun 2017 pengguna internet di Indonesia bertambah menjadi 143,26 juta pengguna dari sebelumnya hanya 132,7 juta orang. Bagi teknopreneur, angka ini merupakan angka yang cukup fantastis untuk mengincar peluang bisnis online di 2018.

Saat ini bisnis online adalah bisnis yang bersinar paling terang. Bisnis ini sudah menghadirkan banyak pengusaha-pengusaha baru, dan UKM-UKM baru. Meskipun mereka tidak memiliki toko ataupun gudang, tetapi para pebisnis ini tetap bisa berdagang dan berjualan dengan transaksi yang tidak sedikit. Banyak orang yang mencoba bisnis online, dan mereka berhasil.

Angka yang diberikan oleh APJII bisa menjadi acuan pemilik bisnis online untuk bisa mendapatkan calon-calon pembeli online lebih banyak lagi dari pada saat ini. Apa lagi bisnis online merupakan bisnis yang mudah untuk dijalankan.

Terlebih hasil survei yang APJII lakukan tidak hanya di kota-kota besar di Indonesia, tetapi kota-kota kecil dan pedesaan pun tak luput oleh survei APJII. Bagi pelaku bisnis online, hasil survei ini bisa dijadikan cara untuk menyasar konsumen lebih jauh dan besar lagi.

Tidak Hanya di Pulau Jawa

Kenaikan penetrasi pengguna internet yang cukup tinggi di Indonesia terjadi di pulau Kalimantan, yang mana angka penetrasinya mencapai 72 %. Hal ini menunjukan adanya perbaikan infratsruktur komunikasi di wilayah lain, dan tidak hanya berfokus di wilayah Pulau Jawa saja.

“Hasil survei mencatat pertumbuhan pengguna di wilayah urban (perkotaan) tidak terlalu besar. Sementara untuk wilayah rural-urban (akses pedesaan ke kota) dan rural (pedesaan) meningkat. Mengindikasikan infrastruktur yang kian memadai dapat meningkatkan jumlah pengguna,” kata Sekertaris Jenderal APJII, Henry Kasyfi seperti dikutip dari Liputan6.com.

Bagi pelaku bisnis online, bertumbuhnya infrastruktur telekomunikasi di luar pulau Jawa, menjadikan hal tersebut sebagai celah untuk mendapatkan konsumen yang ada di luar Jawa. Anda tidak perlu lagi untuk fokus mengincar konsumen yang hanya di wilayah Jawa, namun Anda bisa menyasar wilayah-wilayah lain, seperti halnya Kalimantan yang penetrasi pertumbuhan pengguna internetnya cukup tinggi di Indonesia.

Mengakses Melalui Smartphone

Para pengguna internet sebagian besar adalah generasi milenial dengan rentang usia 19-34 tahun adalah orang-orang yang memang sangat melek teknologi. Bahkan jalur masuk masyarakat Indonesia untuk mengakses internet melalui smartphone.

Perangkat Mobile masih menjadi primadona masyarakat untuk mengakses internet, baik itu di wilayah urban, rural, dan rural urban. Masyarakat lebih banyak mengakses melalui mobile yang mencapai angka 44,16 %. Sementara masyarakat yang mengakses internet melalui PC atau laptop angkanya cukup kecil hanya 4,49%.

Apa yang sering diakses oleh masyarakat Indonesia? Ternyata masyarakat Indonesia masih suka menggunakan aplikasi chatting di smartphone mereka. aplikasi chating menjadi aplikasi favorit yang paling banyak diakses dengan persentase mencapai angka 89%, setelah itu media sosial 87%, dan ketiga merupakan aplikasi mesin pencarian.

Selain itu, para pengguna internet di Indonesia memiliki kebiasaan menggunakan internet untuk kebutuhan mereka. seperti ekonomi, edukasi, layanan publik, gaya hidup termasuk kesehatan. Tentunya hal ini bisa menjadi acuan para pelaku bisnis online di Indonesia untuk bisa menghadirkan tampilan yang mobile friendly pada setiap e-commerce yang mereka miliki.

Kebanyakan Pengguna Internet Generasi Millenial

Pengguna internet di dominasi oleh masyarakat berusia 19-34 tahun dan kedua masyarakat usia 35-54 tahun. Hasil ini berbeda dengan hasil yang didapatkan pada tahun 2016, yang mana di dominasi oleh masyarakat berusia 34-54 tahun.

Sementara itu penetrasi internet berada pada masyarakat yang berusia 13-18 tahun, lalu diikuti masyarakat berusia 19-34 tahun. Hasil ini pun menunjukan, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tinggi pula tingkat penetrasi internet.

Hasil survei APJII yang menunjukan bahwa internet ‘dikuasai’ oleh generasi milenial harus menjadi lirikan yang tepat bagi para teknopreneur. Jangan sampai, Anda malah salah sasaran, hal terpenting Anda harus tahu bagaimana karakter dan produk yang disukai oleh masyarakat yang memiliki rentang usia 19-34 tahun tersebut. Dan yang tak boleh terlupakan, harga menjadi acuan untuk membeli sebuah produk.

Di Dominasi Masyarakat Menengah Kebawah

Poin keempat ini mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa hasil survei APJII menunjukan bahwa pengguna internet di dominasi oleh masyarakat level ekonomi C. Artinya masyarakat dengan strata ekonomi sosial menengah bagian bawah.

“74,62 persen pengguna internet di Indonesia adalah level ekonomi C,” ujar Henry seperti dikutip dari Kompas.com. Sementara itu, 16,02 persen pengguna internet adalah level ekonomi B yakni strata ekonomi sosial menengah atas, Sementara level ekonomi kelas D berada urutan bawah hanya 7,39 persen yang menjadi pengguna internet. Adapun 1,98 persen pengguna internet berasal dari masyarakat level ekonomi level A atau masyarakat kelas menengah atas.

Level ekonomi masyarakat cukup penting bagi para teknopreneur menyambut tahun 2018. Dengan mengetahui kelas ekonomi masyarakat, Anda bisa mengetahui produk apa yang harus ditawarkan kepada masyarakat pengguna internet di Indonesia. Serta rentang harga berapa yang harus ditawarkan kepada masyarakat.

Hasil survei yang dilakukan oleh iPrice pun sudah memberikan angka pengeluaran untuk belanja online bagi masyarakat Indonesia yang tidak mencapai Rp 500 ribu. Rata-rata konsumen Indonesia hanya mengeluarkan uang Rp 481 ribu untuk belanja online.

Hasil survei yang dilakukan oleh APJII bisa menjadi panduan bisnis online di tahun 2018 ini. Sebab, pengguna internet sangat cepat sekali dalam berubah. Sehingga Anda sebagai pengusaha harus bisa menganalisa dari segi jumlah pengguna, karakter pengguna internet, serta peluang bisnis online di 2018 ini.

 

 

Share With:
Rate This Article
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.