Solusiukm
Bisnis

Kisah Sedih ; Bisnis Wedding Organizer Hancur Saat Corona

Saat artikel ini dibuat (21/ 04/ 2020) sebuah penyakit yang bersifat pandemi virus, bernama Covid – 19 Corona menghantam secara masif berbagai penjuru dunia, tidak terkecuali negara kita indonesia. Dengan fenomena tersebut, pemerintah hampir seluruh dunia yang dihantam oleh Covid – 19 Corona pun memberlakukan berbagai peraturan untuk mengharuskan warganya tetap berada di rumah saja.

Tentunya dengan semua pengumuman – pengumuman dari pemerintah yang menghimbau warganya agar selalu di rumah, akan memiliki dampak pada berbagai sektor usaha. Industri bisnis saat Corona terjadi memang yang paling besar terdampak bahkan dapat menimbulkan krisis.

Dengan mewabahnya pandemi Covid – 19 Corona membuat berbagai jenis bisnis terdampak dengan sangat besar. Bisnis saat Corona terjadi benar – benar membuat banyak sekali bisnis di Indonesia menjadi kesulitan bahkan hingga gulung tikar. Salah satu jenis bisnis saat Corona melanda dan menjadi kesulitan, adalah bisnis Wedding Organizer atau biasa disingkat dengan WO.

Bisnis WO saat Corona tentu akan bisa porak – poranda, terlebih karena pemerintah benar – benar melarang kerumunan orang lebih dari 5. Tentunya acara pernikahan akan benar – benar dilarang total, kecuali pernikahan tanpa acara, yang mana bisnis WO saat Corona akan tidak beroperasi sama sekali.

Dikutip melalui Detik, General Manager dari perusahaan Wedding Organizer yang bernama Simple Wedding Indonesia, mengatakan bahwa bisnis miliknya saat Corona mengalami mati suri karena bisnis berhenti saat Corona terjadi. Sagaf Basry sebagai General Manager Simple Wedding  menjelaskan, “Nggak ada orang kumpul, nggak ada wedding, sudah pasti bisnisnya mati suri. Yang mundur sampai saat ini sekitar 15 wedding dari Maret-April. Mundurnya kita serahkan mereka untuk memilih tanggal lagi dan kebanyakan mereka memilih di tahun ini juga”.

Dampak bisnis WO saat Corona memang sangat besar. Pembatalan – pembatalan pernikahan yang terjadi tentunya daapt merusak cash flow perusahaan. Terutama banyak sekali calon pengantin yang berniat menikah, dan membayarkan down payment pada perusahaannya, tentunya akan membatalkan rencana tersebut. Bisnis saat Corona pun mengalami kerugian hingga miliaran Rupiah. Menyedihkan sekali, bukan?

Hal yang sama persis dirasakan oleh bisnis lainnya saat Corona. Bigson Alandro sebagai pemilik dari Wedding Organizer bernama Big Enterprise mengiyakan hal yang serupa. Bisnis WO saat Corona miliknya pun mengalami kerugian besar karena terjadi penundaan pada 10 acara pernikahan. Pernikahan tersebut yang nantinya membuat bisnis mereka berputar roda ekonominya.

Nasib karyawan bisnis WO saat Corona:

Sagaf Basri, General Manager dari perusahaan Wedding Organizer yang bernama Simple Wedding Indonesia, mengatakan bahwa mereka memberlakukan Work from Home alias bekerja dari rumah. Gaji untuk karyawan pun secara penuh dibayarkan pada bulan Maret. Namun, bisnis saat Corona tentunya memberikan dampak, yang mana pada bulan April dan Mei, karyawan mereka akan merasakan dampak potongan gaji. Kendati demikian, pihak management mengatakan bahwa langkah selanjutnya pada perusahaan tersebut akan menunggu situasi dari Covid – 19 Corona tersebut. Langkah – langkah tersebut diambil karena sudah tidak ada lagi opsi yang terbaik, dan hal tersebut wajibnya dikomunikasikan dengan baik oleh karyawan – karyawan mereka. Komunikasi yang baik membuat mereka semua mengerti dampak besar bisnis saat Corona.

Lalu, Bagaimana THR pada saat Corona?

Untuk pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) pun masih belum tahu bagaimana kelanjutannya. Namun meskipun bisnis – bisnis tersebut saat Corona mengalami keterpurukan, mereka masih tetap mengusahakannya.

Vendor Para Freelance

Bisnis – bisnis Wedding Organizer tersebut sering sekali membutuhkan vendor – vendor berupa pekerja lepas atau freelance. Para freelance tersebut yang biasanya sering memiliki kerja sama dengan mereka, mau tidak mau terkena juga dampak imbas dari bisnis – bisnis WO saat Corona.

Bisnis – bisnis Wedding Organizer pada umumnya sering sekali menggunakan jasa – jasa vendor freelance. Terutama pada bagian – bagian seperti dekorasi, video, foto, MC, penyanyi, band, dan lain – lain. Karena setiap event ditiadakan, tentunya banyak pula bisnis saat Corona yang terkena imbas keterpurukan.

Saran Untuk Pemerintah

Sagaf Basri, General Manager dari perusahaan Simple Wedding Indonesia memberikan serangkaian usulan agar bisnisnya saat Corona dapat terasa lebih ringan. Ia berharap pemerintah mampu memberikan insentif pajak pada industri bisnis wedding organizer. Karena menurut dia, bisnis saat Corona yang terkena dampak besar tak hanya industri pariwisata seperti yang digemborkan banyak orang. Terlebih lagi, menurutnya, bisnis WO sangat banyak yang ad apada level menengah dan bawah. Bisnis Wedding Organizer saat Corona seperti sekarang tentu berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan mereka, terutama dalam membuat peraturan – peraturan yang bisa meringankan beban mereka, bahkan untuk bisa sekedar bertahan.

Tentunya, bisnis saat Corona di negara Indonesia akan mengalami sebuah krisis besar. Saat ini, kami Tim Solusi UKM hadir untuk mendukung penuh pelaku bisnis UKM Indonesia yang masih bertahan pada badai Covid – 19 Corona ini.

Bagi kalian yang menginginkan panduan bisnis UKM, kalian bisa mengunduhnya secara GRATIS tanpa biaya. Tanpa syarat dan tanpa ribet! Klik banner di bawah atau klik di sini: https://solusiukm.com/members/ 

 

Artikel Terkait

Lokomotif Tersebut Sudah diambil Alih Dunia Online

admin

Bisnis Jasa Pengiriman Makin Menjanjikan, 10 Tips Memilih Perusahaan Jasa Ekpedisi untuk Usaha

marsha

Wajib Tahu, Ini Jenis Promosi Penjualan yang Diincar Ibu-ibu!

marsha