a

Luar Biasa! 8 Karya Habibie yang Melegenda dan Di Sukai Dunia

12-14 September 2019 ditetapkan sebagai hari berkabung nasional. Indonesia berduka atas kepergian “Mr. Crack”. Mr Crack merupakan sebutan untuk Bacharuddin Jusuf Habibie yang disematkan karena berhasil menemukan solusi dalam mengatasi crack pada bagian sayap pesawat. Kita akan membahas beberapa karya Habibie yang disukai dunia.

Habibie merupakan presiden ke 3 Republik Indonesia. Namun, sebelum menjadi presiden, ia lama melintang di dunia kedirgantaraan. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hingga menemukan berbagai teknologi baru di bidang teknologi auronatika.

Bahkan Habibie telah memegang sekitar 45 hak paten konstruksi pesawat terbang. Kita akan bahas beberapa saja karya Habibie yang mendunia dan digunakan tidak hanya oleh PT Dirgantara Indonesia sebagai perusahaan manufaktur pesawat nasional. Tetapi juga digunakan oleh perusahaan manufaktur dunia.

Kira-kira apa saja karya-karya Habibie lainnya yang masih bisa kita nikmatin hingga saat ini.

Teori Crack

Di tahun 1960-an, sering sekali terjadi kecelakaan pesawat. Kecelakaan disebabkan oleh kelelahan atau fatique pada sambungan antara badan pesawat dengan sayap pesawat atau antara sayap dengan dudukan mesin pesawat. Bagian ini menjadi bagian yang selalu mendapatkan guncangan keras ketika take off dan landing.

Saat pesawat melakukan take off, sambungan antara sayap dengan badan pesawat akan menerima tekanan udara atau uplift yang cukup besar. Begitupun ketika landing, bagian tersebut akan menerima hempasan tubuh pesawat. Hingga akhirnya, bagian ini menjadi kelelahan dan menyebabkan keretakan.

Akibatnya, sayap pesawat bisa patah tanpa di duga. Melihat hal tersebut, Habibie akhirnya mencari cara untuk menemukan solusi permasalahan itu. Dengan teorinya, Habibie bisa menghitung crack secara rinci hingga ke bagian atom.

Hingga mengurangi potensi crack dan kecelakaan pada pesawat hingga membuat pemeliharaan pesawat lebih mudah dan murah. Bahkan rangka pesawat yang tadinya lebih berat karena terbuat dari baja, menjadi lebih ringan dikarenakan dominasi alumunium pada bodi pesawat.

Pesawat VTOL atau DO-31

Ketika berada di Jerman, Habibie diminta oleh salah satu perusahaan manufaktur pesawat terbang Dornier Flugzeugwerke untuk membuat rancangan pesawat bantuan taktis untuk pesawat strike serangan. Pesawat DO-31 merupakan salah satu pesawat yang bisa landing dan take off secara vertical. Bahkan hasil rancangan Habibie di pesawat ini hingga di beli NASA.

Pesawat Hercules C-130

Ketika bekerja di perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bölkow-Blohm, Habibie ikut mendesain pesawat Hercules C-130. Pesawat tempur yang memiliki empat baling-baling merupakan pesawat angkut militer yang cukup banyak digunakan oleh angkatan bersenjata di berbagai negara dunia. Uniknya, meskipun badannya besar, pesawat ini ternyata bisa mendarat dan take off di landasan pacu yang pendek loh.

Airbus A-300

Airbus A-300 menjadi salah satu rancangan Habibie yang cukup mendunia. Pesawat penumpang berbadan lebar dengan mesin ganda pertama di dunia. Airbus merupakan perusahaan konsorsium antara Jerman, Prancis, dan Inggris sejak 1972-2006.

Saat itu, Habibie menjadi seorang mahasiswa S3 di Jerman dan diminta untuk membuat pesawat dengan kecepatan lima hingga 20 kali kecepatan suara. Akhirnya Habibie membuat pesawat yang mampu mendarat dengan flight by way atau saat landing tidak terjadi goyangan mengayun.

“Saya kerja di perusahaan Jerman, dan membantu pembangunan suatu pesawat yang sekarang jadi pelopor pusat penerbangan, yaitu Airbus,” terang Habibie seperti dikutip dari berita Okezone.com 26 September 2013.

N-250 Gatot Kaca

Indonesia sangat bangga. Meskipun belum seperti Boeing dan Airbus. Namun Indonesia telah memproduksi beberapa pesawat. Pesawat yang di rancang merupakan hasil karya Habibie yang dibuat oleh anak-anak Indonesia di PT Dirgantara Indonesia (DI). Kata N merupakan singakatan dari Nusantara. Habibie menyematkan kata N untuk menunjukan bahwa N250 merupakan pesawat rancangan Indonesia.

CN 235

CN 235 merupakan salah satu pesawat rancangan Habibie ketika ia masih menjawab sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang pada saat itu membawahi IPTN. Pesawat CN 235 saat ini sudah cukup banyak digunakan di Indonesia yang digunakan oleh TNI dan juga di ekspor ke beberapa negara seperti Turki, Uni Emirat, dan Korea.

R-80

Pesawat R-80 menjadi salah satu pesawat yang sedang dikembangkan Habibie dibawah naungan PT Regio Aviasi Industri. R-80 sudah dirancang sejak 2012 dan sudah melakukan uji terbang di 2022. Jika lulus terbang, maka pesawat ini akan masuk dalam produksi massal 2025.

Bahkan pesawat R-80 sudah di promosikan ke berbagai negara dan kabarnya sudah mendapatkan pesanan dari beberapa negara di luar negeri.

Helicopter BO-105

Meskipun helicopter ini awalnya di buat di perusahaan Messerschmitt-Bölkow-Blohm, Jerman yang mana Habibie sempat bekerja di perusahaan itu. Karena permintaan akan Helicopter jenis ini cukup banyak, akhirnya perusahaan memberikan izin untuk Indonesia di bawah PT Dirgantara Indonesia yang dahulu disebut dengan IPTN (Industri Pesawat Terbang Nasional) memproduksi helicopter ini. Helicopter ini katanya juga di rancang oleh Habibie.

Demikianlah beberapa karya Habibie yang hingga saat ini masih ada dan di masa depan akan kita gunakan seperti Pesawat R-80 yang masih dalam tahap pengembangan saat ini. Semoga kita bisa bangga menggunakan pesawat-pesawat karya Habibie yang mana seluruh pesawatnya di buat di perusahaan Indonesia dan di rancang oleh anak-anak Indonesia.

Share With:
Rate This Article