a

Mau Bisnis Masker Kain? Ngga Perlu Izin Khusus, lho!

Teten Masduki , sebagai Menteri Koperasi dan UKM Indonesia, memberikan pernyataan terkait dinamika bisnis – bisnis UKM pada masa pandemi Covid – 19 Corona. Ia menjelaskan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau biasa disingkat UMKM saat ini memiliki salah satu peran yang penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan, UMKM Indonesia merupakan penggerak dari bisnis masker kain. Tentunya, bisnis masker kain jika dijalankan oleh pelaku – pelaku UKM Indonesia, akan sangat langsung membantu menggereakkan ekonomi, terutama pada mereka yang bekerja pada industri konveksi.

Saat seperti sekarang, pandemi virus Covid – 19 Corona menyerang, berbagai arahan dari pemerintah baik Indonesia maupun internasional kerap berganti. Hal ini dikarenakan virus Covid – 19 Corona yang diteliti pun juga kian berubah seiring dnegan berjalannya waktu. Awalnya, pemerintah dan semua organisasi kesehatan internasional seperti WHO atau singkatan dari World Health Organization tersebut menghimbau untuk penggunaan masker hanya digunakan bagi kalian yang sakit saja.

Jika tubuh sehat, tidak perlu menggunakannya masker. Namun, sekarang, himbauan keras justru berisi bahwa semua orang diwajibkan, tanpa terkecuali, menggunakan masker non – medis atau masker kain. Hal itu dikarenakan masker medis cukup digunakan untuk mereka para petugas medis saja. Masker kain yang digunakan pun dianjurkan yang bermodel beberapa lapis sehingga bagian dalam masker kain tersebut bisa diisi oleh tissue, yang nantinya tissue tersebut dapat dibuang dan masker kain digunakan kembali.

Teten Masduki , sebagai Menteri Koperasi dan UKM Indonesia menyatakan bahwa hal ini dapat menjadi sebuah kesempatan bisnis bagi pelaku usaha UMKM dalam mendirikan bisnis masker kain. Bagi mereka pekerja – pekerja konveksi yang menjahit pakaian namun pemesanan dan penjualan pasti menurun drastis, tentu solusinya adalah berpindah haluan menjadi bisnis masker kain. Hal ini disebutkan bukan tanpa dasar. Teten Masduki , sebagai Menteri Koperasi dan UKM Indonesia menjelaskan bahwa pola yang terlihat dari transaksi pembelian online dan ritel saat ini benar – benar menuju pada kebutuhan – kebutuhan utama, yaitu sembako, alat kesehatan seperti hand sanitizer, vitamin, dan juga masker.

Dengan fakta di lapangan yang telah terjadi seperti saat ini, permintaan pada alat – alat perlindungan dari virus Covid – 19 Corona seperti saat ini tentu akan meningkat drastis. Maka dari itu, kesempatan seperti saat ini sekiranya jangan sampai terlewatkan. Selain mendapat untung, juga ikut membantu rakyat Indonesia dalam berjuang melawan Covid – 19 Corona, bukan?

Tidak perlu izin ribet kalau mau jual alat kesehatan masker kain

Kabar baik bagi kalian yang merasa tertarik dalam menjalankan bisnis masker kain ini. Ternyata, untuk mendirikan bisnis masker kain tersebut, kalian pelaku UMKM tidak memerlukan izin khusus yang akan merumitkan bisnis. Hal ini tentunya berbeda  jika menjual alat – alat kesehatan dan perlindungan diri lainnya, seperti hand sanitizer, yang tentunya memerlukan izin karena kandungan yang ada di dalamnya perlu dipantau oleh pemerintah bagian kesehatan Indonesia.

Yang terpenting dari menjalankan bisnis masker kain tersebut, adalah mengikuti standarisasi yang ditetapkan oleh World Health Organization atau WHO. Tentunya, kalian perlu menggunakan bahan – bahan kain yang nyaman dan ramah untuk digunakan pada bagian tubuh yaitu wajah.

Saat ini, ungkap Menteri Koperasi dan UKM Indonesia, Teten Masduki, pemerintah sudah masuk ke tahap melakukan pencatatan resmi, mana saja UKM – UKM Indonesia di daerah penyebaran yang memiliki kapasitas dan mampu untuk memproduksi dan menjalankan bisnis masker kain dalam jumlah massa. Selain itu, pihak dari mereka akan ikut andil dan membantu upaya tersebut dengan mencari buyer. Informasi – informasi terkait bisnis masker kain UKM Indonesia dan program dari pemerintah tersebut akan segera diumumkan dan diinformasikan pada akun media sosial resmi Kementrian Koperasi dan UKM Indonesia: @kemenkopukm.

Tidak hanya sampai di situ, pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan UKM Indonesia juga membuat sebuah jalur dan distribusi yang kiranya akan memudahkan masyarakat di berbagai penjuru Indonesia untuk dengan mudah mendapatkan masker – masker tersebut. Bahkan, untuk pembiayaan kali ini akan dibantu dari Bank Rakyat Indonesia atau biasa disingkat dengan BRI.

Pihak dari Teten Masduki juga akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan tidak lupa juga pihak – pihak lain seperti perusahaan – perusahaan swasta untuk ikut andil dalam melakukan produksi masker medis. Hal ini dikarenakan agar pihak – pihak pekerja medis Indonesia yang harus menghadapi pasien positif Covid – 19 Corona, baik langsung maupun tidak langsung, dapat tetap terbantu dan rumah sakit bisa berjalan sebagaimana mestinya. Teten Masduki pun mengutarakan akan mengusahakan untuk mencari suplai bahan baku pembuatan masker medis.

Bisnis masker kain adalah salah satu cara agar pergerakan Indonesia dapat lepas dari Covid – 19 Corona, sehingga usaha – usaha tersebut dijalankan tidak hanya digerakkan oleh pemerintah saja karena jika hanya pemerintah saja, maka usaha yang dilakukan akan sia – sia. Maka dari itu, diperlukan kerja sama, gotong royong yang kuat antara pemerintah, rakyat, pelaku bisnis UKM tanah air, maupun pihak – pihak swasta. Semoga fakta – fakta di atas bisa membuat kalian lebih semangat dalam membuka bisnis masker kain, yaaa, Sobat UKM!

 

Share With:
Rate This Article
avatar
trackback
Yuk Coba Enjoy! Ini Kelebihan Work from Home - Solusiukm

[…] yang terfokus untuk mengetahu langkah apa yang selanjutnya perlu dilakukan untuk menanggulangi krisis bisnis dari pandemi Covid – 19 Corona ini. Meskipun pelaku bisnis sebelum WFH juga memiliki kuasa penuh atas pengaturan waktu, namun kali […]

trackback
Pelajari Dampak PSBB untuk Bisnis. Semoga Ngga Kaget! - Solusiukm

[…] dilakukan secara masif dan wajib dijalankan oleh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Usaha Pembatasan Sosial Skala Besar tersebut dilakukan pemerintah guna memutus rantai pemyebaran dari penyakit Covid – 19 […]