a

Pemilik Bisnis Wajib Lakukan! 5 Tips Melatih Generasi Penerus dalam Mengelola Bisnis Keluarga

Sebagai pengusaha pernahkah Anda berpikir bagaimana kelanjutan dari bisnis ketika Anda sudah tidak sanggup mengelolanya? Menyerahkan kepada anggota keluarga atau menyerahkan kepada orang lain? Banyak pegusaha yang bingung melakukan hal ini, karena anak-anak mereka terkadang tidak memiliki hasrat untuk mengelola bisnis keluarga yang sudah lama di jalankan.

Tak mudah memang menjalankan sebuah bisnis keluarga. Bahkan banyak bisnis keluarga yang gagal, dikarenakan generasi penerusnya tidak menyukai bidang bisnis yang digeluti oleh orang tua mereka. Bahkan banyak orang tua yang tidak melibatkan anak-anaknya pada bisnis milik mereka sedari awal.

Ketika anak sudah dianggap cukup umur, Anda sebagai orang tua wajib mengajarkan nilai-nilai bisnis keluarga yang telah Anda bangun kepada anak-anak. Cara ini merupakan cara untuk mengenalkan kepada calon-calon generasi penerus bisnis mengenai bisnis yang Anda jalankan. Ini akan menjadi sesuatu yang lebih sulit dibandingkan dengan membiarkan mereka membangun bisnis sendiri.

Bagaimana agar anak-anak bisa berkontribusi pada bisnis keluarga yang telah Anda bangun? Apa lagi usaha keluarga yang telah Anda bangun sudah cukup besar dan Anda sudah membangun dengan kerja keras sejak lama. Ada beberapa hal yang bisa Anda jadikan tips atau tuntunan agar anak-anak Anda mau meneruskan bisnis yang telah Anda bangun selama ini. Dan meyakinkan mereka untuk bisa mengelola usaha keluarga.

Berikan Ruang Agar Sang Penerus Menemukan Peran

Sebagian besar pemilik perusahaan menginginkan anaknya akan meneruskan posisi di perusahaan dengan menjadi CEO pada perusahaan tersebut. Menurut para ahli ini merupakan peran yang sangat sempit dan pemikiran salah yang dilakukan oleh pemilik perusahaan kepada calon-calon penerus bisnis mereka.

Sebelum Anda memberikan jabatan kepada calon-calon penerus, sebaiknya Anda memberikan kesempatan kepada calon-calon penerus perusahaan untuk memberikan peran di beberapa posisi yang efektif untuk melatih kepemimpinan mereka. Berikan juga mereka kesempatan untuk mencari pengalaman di perusahaan-perusahaan di luar bisnis keluarga sebelum Anda menyiapkan mereka dalam mengelola bisnis keluarga.

Melatih Kerjasama dan Komunikasi dalam Mengelola Bisnis Keluarga

Sebelum Anda menunjuk generasi selanjutnya untuk memimpin bisnis yang Anda jalankan, cobalah Anda latih mereka dalam bekerjasama dan berkomunikasi dengan tim Anda. Ketika generasi penerus masuk ke dalam bisnis yang sudah Anda kelola, mereka akan masuk dan merasa berada di sistem yang ia bawa sejak kecil, sistem yang berbeda pada tempat mereka berkarir sebelumnya. Berikan mereka waktu untuk mengenal karakter tim Anda sesungguhnya.

Berikanlah calon penerus generasi bisnis untuk saling mengenal di lingkungan perusahaan, dan Anda harus memberi mereka kesempatan untuk menemukan peran mereka saat Anda tidak ada di tempat. Mintalah kepada calon penerus bisnis untuk menemukan minat dan komitmen mereka dalam mengelola bisnis keluarga.

Tanyakan Apa yang Mereka Inginkan dari Bisnis

Mengetahui apa yang akan generasi selanjutnya inginkan ketika mereka duduk menjadi petinggi perusahaan. Tanyakan apa yang mereka inginkan dari perusahaan, misal dividen, pertumbuhan, dan penjualan yang meningkat. Anda sebagai orang yang mendirikan perusahaan harus memberi tahu penerus Anda, meskipun dia adalah buah hati Anda, Anda wajib untuk mengingatkan mereka.

Jika penerus Anda meminta sebuah tujuan yang bertentangan dengan visi awal perusahaan, Anda harus menegaskan mereka bahwa mereka akan kehilangan posisi sebagai pemilik bisnis. Sebelum menyerahkan sepenuhnya seluruh bisnis kepada generasi Anda, Anda harus menunjuk dewan direksi yang mampu mengajak generasi selanjutnya untuk melanjutkan visi misi bisnis yang telah dibangun.

Mintalah dewan direksi untuk mendiskusikan hal-hal penting kepada generasi penerus, misal : nilai bisnis jangka panjang, dividen jangka pendek, upaya filantropi, pekerjaan keluarga, dan keharmonisan keluarga juga harus dijaga. Sehingga ini menjadi modal awal generasi penerus untuk mengelola bisnis keluarga dengan lebih baik lagi.

Beri Peluang Pengembangan Kepada Generasi Penerus

Ketika Anda ingin menyerahkan bisnis kepada generasi penerus, Anda diwajibkan untuk menyiapkan program pengembangan kepada calon-calon penerus bisnis. Anda harus menyiapkan calon-calon penerus mampu menjadi pemilik yang baik dan calon pemimpin masa depan.

Ada lima fokus utama pengembangan yang wajib Anda berikan kepada calon penerus bisnis: keterampilan dan kompetensi kepemilikan bisnis, prinsip dan praktik bisnis keluarga, pengetahuan mengenai aset bisnis, pemahaman sejarah dan nilai-nilai keluarga, dan mengembangkan kompetensi pemimpinan secara pribadi. Umumnya para dewan direksi keluarga akan menyerahkan semua hal tersebut kepada para ahli yang berasal dari luar anggota keluarga untuk mendidik calon-calon penerus bisnis dalam mengelola bisnis keluarga.

Batasi Ruang Mereka

Bisnis keluarga umumnya memiliki empat ‘ruang’ berbeda. Dan calon generasi penerus bisnis harus mengetahui ruang-ruang tersebut. Anda pun sebagai pendiri kerajaan bisnis wajib mengenali keempat ruang tersebut agar bisa mewariskan kepada calon-calon generasi selanjutnya. Ruang-ruang tersebut yakni ruang pemilik, ruang keluarga, ruang manajer, dan ruang dewan.

Pastikan semua generasi penerus perusahaan mengetahui aturan pada masing-masing kamar dan mengenali di ruang apa yang harus mereka gunakan di waktu tertentu. Berikan tantangan kepada para penerus agar mereka dapat melengkapi setiap ruangan dengan orang-orang dan keputusan yang tepat. Ini bukanlah waktu yang singkat, Anda membutuhkan waktu bertahun-tahun agar para penerus generasi bisnis selanjutnya memahami esensi masing-masing ruangan.

Ketika Anda sebagai pemilik menyiapkan strategi yang tepat untuk menyatukan anak-anak Anda dalam bisnis keluarga, Anda terkadang akan kaget dengan pengalaman yang mereka dapatkan dari luar untuk diterapkan dalam mengelola bisnis keluarga. Tujuan utama melakukan hal ini bukan sekedar membuat mereka mengembangkan keterampilan kepemimpinan, tetapi juga mengembangkan kepemimpinan psikologis dari bisnis.

Itulah cara terbaik agar Anda bisa menyerahkan bisnis keluarga kepada calon-calon penerus. Jangan sampai mereka tidak tertarik untuk mengelola bisnis keluarga yang sudah Anda bangun dari nol menjadi besar seperti saat ini. Apa lagi Anda salah memasukan nilai-nilai bisnis dan membuat bisnis Anda menjadi hancur dan gulung tikar. Tunjuk dan latihlah generasi penerus Anda menjadi orang-orang yang siap memimpin dan berkolaborasi pada bisnis yang Anda bangun.

Share With:
Rate This Article