Solusiukm
Bisnis

PSBB Total Kembali Diberlakukan. Ngaruh Sama UKM Kalian?

Photo Source: Kompas

Virus Covid – 19 Corona yang melanda tanah air ini hingga kini belum ditemukan vaksinnya. Saat awal virus Covid – 19 Corona masuk ke Indonesia, terdata pada sekitar bulan Maret tahun 2020. Saat awal masuknya virus Covid – 19 Corona, membuat banyak sekali lapisan masyarakat yang dilanda kepanikan. Pada saat itu, pemerintah mengambil tindakan untuk mengadakan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Selang beberapa bulan, saat ini telah menginjak di bulan September, peraturan pemerintah berupa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB total kan kembali dilaksanakan.

Diatur oleh Gubernur Anies Baswedan

Perencanaan PSBB total tersebut pertama kali dijelaskan dan diatur oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. PSBB total tersebut pertama disebut pada hari Rabu, tanggal 9 September 2020 oleh Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta. Ia menjelaskan bahwa PSBB total dilaksanakan sebagai gerakan ‘rem darurat’. Penjelasan dari ‘rem darurat’ ini memiliki arti, bahwa kegiatan kota yang berjalan dengan konsep ‘new normal’ saat ini perlu dihentikan. Keputusan ini memang hanya ditegaskan Anies Baswedan untuk daerah ibu kota DKI Jakarta saja, dengan menjalin koordinasi dengan daerah – daerah sekitar. Daerah sekitar DKI Jakarta tentu meliputi Bodetabek, alias Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Koordinasi pada wilayah – wilayah sekitar DKI Jakarta berguna agar PSBB total kali ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan program pemerintah.

Seperti yang telah diketahui bersama, pada masa awal pandemi terjadi, hampir seluruh kota di Indonesia memang menerapkan PSBB total, lalu kemudian PSBB transisi. Saat ini, memasukin pertengahan bulan September, Gubernur DKI Jakarta kembali menerapkan peraturan PSBB total.

DKI Ada di Fase Darurat

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berulang kali menegaskan bahwa saat ini, DKI Jakarta masuk ke zona darurat. Hal ini disebabkan naiknya angka positif dari penduduk yang terjangkit virus Covid – 19 Corona secara drastis dan sangat tinggi. Maka, dengan naiknya secara drastis angka – angka penduduk yang positif terjangkit virus Covid – 19 Corona, Gubernur DKI Jakarta menegaskan perlu mengambil langkah cepat untuk melaksanakan kembali program PSBB total seperti awal bulan Maret 2020 yang lalu.

Anies Baswedan menjelaskan, bahwa saat memberlakukan PSBB total nanti, peraturan – peraturan lain yang sebelumnya dilaksanakan pada daerah DKI Jakarta akan ditiadakan untuk sementara. Peraturan – peraturan yang akan dihilangkan secara sementara saat PSBB total adalah Ganji – Genap pada banyak area DKI Jakarta, dan juga pemerintah DKI Jakarta akan sementara membatasi pergerakan transportasi umum.

Langkah yang diambil untuk pelaksanaan PSBB total meliputi koordinasi dengan Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan juga pemberitahuan pada kantor – kantor yang ada di DKI Jakarta untuk memberlakukan keputusan Work Form Home (WFH) pada sistem kerjanya dan juga para pegawai – pegawai. Pengerjaan PSBB total pada DKI Jakarta ini dilakukan agar penyebaran dari virus Covid – 19 Corona tidak semakin parah.

Angka Positif dan Rumah Sakit yang Penuh di DKI Jakarta

Ibu kota DKI Jakarta kembali menjadi kota dengan angka positif penularan virus Covid – 19 Corona yang paling tinggi. Data yang tercatat, dikutip melalui CNN, data minggu kedua bulan September menyebutkan bahwa penduduk DKI Jakarta yang positif terkena virus Covid – 19 Corona sudah sebanyak 48.393 orang. Dari angka yang disebutkan, terdapat 36.383 jumlah penduduk telah berhasil sembuh dari virus Covid – 19 Corona. Selain itu, terdapat juga jumlah penduduk yang tidak berhasil selamat, yaitu sebanyak 1.317 nyawa meninggal dunia karena Covid – 19 Corona. Nominal angka tersebut tentu merupakan data angka yang besar, sehingga Gubernur Anies Baswedan merasa perlu dengan cepat untuk memberlakukan kembali peraturan PSBB total. Data pada pertengahan September menyebutkan, angka jumlah masyarakat DKI Jakarta yang dirawat di rumah sakit dan juga dalam penanganan isolasi pun menunjukkan angka yang fantastis. Jumlah penduduk yang dirawat di rumah sakit karena kasus Covid – 19 Corona berjumlah 11. 030 jiwa.

Tes PCR Sudah Diberlakukan Untuk Penduduk – Penduduk DKI Jakarta

Penduduk DKI Jakarta pun beberapa sudah diberlakukan tes untuk mengetahui kondisi dari mereka. Tes tersebut digunakan dengan metode tes PCR agar diketahui penduduk – penduduk tersebut sedang dalam kondisi terkena virux Covid – 19 Corona atau sedang baik – baik saja. Jumlah penduduk yang sudah diikutkan dalam tes kesehatan PCR di kota DKI Jakarta sebanyak 55.424 jiwa. Jumlah ini diyakini melebihi target dari World Health Organization atau biasa disebut dengan WHO. Target yang sebelumnya diberikan dari WHO untuk dilakukan tes Covid – 19 Corona adalah 10. 645 orang setiap minggunya

Lalu, jika PSBB total benar – benar dijalankan, siapkah bisnis kalian untuk menghadapinya kembali? Kalian sebagai pelaku bisnis tidak perlu pusing. Meskipun PSBB total bukan waktu yang sempurna dan ideal untuk menjalankan bisnis, namun bukan berarti kalian tidak bisa menjalankan bisnis kalian pada situasi krisis seperti PSBB total ini.

Cek panduan lengkap agar bisnis kalian tetap bisa bertahan selama masa pandemi, GRATIS! Klik banner di bawah untuk bisa mendapatkan akses lengkapnya, ya! Tenang, panduannya lengkap, cuma – cuma, dan bukan spam, lho.

Artikel Terkait

6 Kiat Mempertahankan Omzet dan Penjualan Pasca Lebaran

Iskandar Rumi

Kena PHK Karena Corona? Cek Bisnis 2020 yang Menjanjikan di Sini!

marsha

Blak-Blakan Gimana Bisa Adaptasi di Era Industri 4.0

Iskandar Rumi