a

Punya Bisnis Kecil Tapi Kurang Modal? Yuk Cari Tahu Kredit Ultra Mikro Untuk Bisnis Kecil!

Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) semakin terbantu dengan proses pinjaman bank yang kian praktis. Namun, tidak demikian halnya dengan usaha ultra mikro atau bisnis kecil-kecilan. Para pebisnis kaki lima dan bisnis ultra mikro lainnya kerap kesulitan memperoleh pinjaman modal karena jenis bisnisnya tidak bankable. Sehingga pertumbuhan bisnisnya mengalami hambatan dari segi pengadaan modal.

Kini, hal tersebut tak akan terjadi lagi karena pemerintah sudah menyelenggarakan program kredit ultra mikro (UMi). Para pebisnis yang menjalankan berbagai bidang bisnis sederhana pun bisa mengurus proses pinjaman modal secara praktis.

Siapa Saja yang Berhak Menyalurkan UMi?

Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) menjalankan program UMi untuk membantu bisnis ultra mikro sejak tahun 2017. Bahkan, nilai anggarannya kian meningkat hingga mencapai 3 triliun di tahun 2019.

Penyalurannya akan dikoordinasikan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Tidak seperti kredit bisnis berskala besar yang dikelola bank, UMi disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang sudah berpengalaman sebagai kreditor, yaitu:

  • Pegadaian
  • Koperasi
  • Bahana Ventura
  • Permodalan Nasional Madani (PNM), dan lainnya

Jumlah Pinjaman yang Relatif Kecil

Karena diperuntukkan bagi bisnis ultra mikro, jumlah pinjaman yang bisa diperoleh dari UMi hanya mencapai maksimal 10 juta rupiah. Pinjaman tersebut harus dikembalikan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun (52 minggu).

Para pebisnis mikro yang berencana mengajukan kredit sebaiknya tidak berstatus memiliki utang dengan pihak lain. Supaya pebisnis bisa fokus menyelesaikan cicilan kredit UMi.

Rata-rata pebisnis hanya membutuhkan dana sebesar dua hingga lima juta rupiah untuk mengembangkan bisnisnya. Penyebaran UMi pun diusahakan merata di berbagai daerah Indonesia. Supaya pemerataan perkembangan bisnis ultra mikro dapat berlangsung secara maksimal.

Prosedur Pengajuan Pinjaman yang Praktis

Para pebisnis yang ingin mengajukan pinjaman dari UMi bisa mengisi formulir secara online. Syarat yang harus dipenuh pebisnis yaitu:

  • Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau KTP elektronik
  • Surat keterangan izin usaha atau sejenisnya
  • Sedang tidak memiliki utang kepada lembaga keuangan, koperasi, dan lainnya.

Setelah semua persyaratan terpenuhi dan proses verifikasi berlangsung lancar, LKBB akan membantu menyalurkan pinjaman modal tersebut. Pemerintah berharap bisa memaksimalkan transaksi cashless ketika menyalurkan pinjaman kepada pebisnis.

Untuk mendukung peningkatan transaksi cashless, pemerintah sudah mulai bekerja sama dengan Gopay, T-Cash, T-Money, dan BukaLapak. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa pencairan dana tersebut bisa dilakukan dalam bentuk tunai.

Membantu Banyak Pebisnis Berskala Mikro

Kehadiran UMi sudah membantu lebih dari 608.000 pebisnis mikro sejak tahun 2017. Karena kendala modal tak lagi menyulitkan pebisnis mikro untuk mengembangkan usahanya. Selain memberikan pinjaman modal, UMi juga memiliki tim khusus yang akan memberikan pelatihan bisnis. Sehingga para pebisnis mikro bisa mengembangkan bisnisnya semaksimal mungkin demi mendapatkan keuntungan besar.

Kehadiran UMi tentu menjadi solusi terbaik bagi kebutuhan modal para pebisnis mikro. Sehingga kekurangan modal tak akan lagi menjadi hambatan besar bagi perkembangan bisnis kecil-kecilan.

Bukan hanya UMi yang hadir memfasilitas pebisnis mikro. Accurate Lite juga hadir dalam bentuk aplikasi online berbasis Android yang mudah digunakan. Anda bisa mengunduh Accurate Lite di Play Store dan menggunakannya secara gratis. Aplikasi canggih tersebut juga terintegrasi langsung dengan tiga marketplace besar. Sehingga Anda tidak perlu melakukan pencatatan ulang jika Anda berbisnis di marketplace tersebut.

Bersama Accurate Lite, pengelolaan keuangan bisnis jadi semakin praktis dan transparan. Mengurus segala hal tentang keuangan bisnis pasti tak lagi menyulitkan Anda. Sehingga Anda bisa fokus dalam menjalankan bisnis. Selamat berbisnis!

Share With:
Rate This Article