Solusiukm
Bisnis

Ramadan 2020 Inflasi Kisut. Salah Corona?

Badan Pusat Statistik atau biasa disingkat dengan sebutan BPS baru saja memrilis sebuah berita mengejutkan. Berita mengejutkan tersebut berupa fakta mengagetkan pada durasi Ramadan 2020 seperti saat ini, yaitu inflasi yang tidak mengalami peningkatan.

Hal ini tentu sangat mengejutkan bahwa Ramadan 2020 tidak mengalami kenaikan inflasi. Karena pada faktanya, pada Ramadan – Ramadan sebelum tahun 2020, terjadi kenaikan inflasi yang cukup tinggi. Terlebih lagi pada Ramadan 2020 saat ini diserang oleh kondisi – kondisi besar, yaitu selain bulan Ramadan itu sendiri, juga sebuah pandemi virus Covid – 19 Corona yang kita semua tahu membuat lumpuh banyak sektor dunia.

Pandemi yang dijuluki Covid – 19 Corona sejak sekitar bulan Februari – Maret telah masuk pada negara kita. Sebelumnya, virus ini telah menyerang banyak negara di dunia. Dalam durasi waktu, masuknya pandemi Covid – 19 Corona memang bisa dibilang secara berdekatan, sehingga akan memiliki dampak di bulan suci Ramadan 2020.

Hal ini tentunya mengagetkan saat mengetahui fakta bahwa dampak yang dihasilkan Covid – 19 Corona tersebut pada Ramadan 2020. Inflasi yang terjadi pada Ramadan 2020 yang dialami oleh Indonesia pada bulan April sebesar 0, 008 %. Penurunan inflasi pada bulan suci Ramadan 2020 disebabkan oleh turunnya daya beli masyarakat, yang mana penurunan daya beli tersebut tidak lain juga disebabkan oleh terjadinya pandemi Covid – 19 Corona di Indonesia dan dunia.

Kepala dari Badan Pusat Statistik atau BPS yang bernama Suhariyanto mengatakan bahwa inflasi Ramadan 2020 mengalami perbedaan. Padahal, pada bulan Ramadan – ramadan tahun sebelumnya dinyatakan bahwa terjadi peningkatan tajam inflasi.

Dengan adanya pandemi Covid – 19 Corona tersebut, bulan suci Ramadan 2020 yang pada umumnya terjadi pelonjakan permintaan berbagai bahan pokok, saat ini justru mengalami penurunan inflasi dan melambat.

Pada bulan – bulan Ramadan sebelumnya, tentu banyak sektor mengelami penaikan pesanan. Sektor – sektor yang masuk dalam kenaikan tersebut adalah bidang fesyen seperti baju muslimah, pakaian koko, hijab, sarung, dan lain sebagainya. Namun, pada bulan Ramadan 2020 kali ini, gejolak ekonomi dan permintaan akan barang – barang tersebut justru tidak tampak terlihat.

Yang mengalami permintaan cukup tinggi sehingga memberi peran dalam sedikitnya inflasi pada Ramadan 2020 kali ini justru barang – barang yang pokok dan utama. Kelompok konsumsi yang dicari pada Ramadan 2020 kali ini diantaranya adalah bawang merah, gula pasir, rokok filter, rokok putih.  Sektor – sektor tersebut memang menjadi konsumsi utama seorang individu untuk bertahan hidup. Namun, ada juga fakta unik yang tidak kalah membuat kaget. Salah satu fakta Ramadan 2020 yang mendukung sektor inflasi Ramadan 2020 kali ini adalah harga emas.

IHK atau singkatan dari Indeks Harga Konsumen, kota – kota yang masuk dalam kategori tersebut ada sebanyak 39 kota. Sedangkan, selama bulan Ramadan 2020, yang menyumbang data deflasi adalah sebanyak 51 kota.

Pada periode waktu sebelumnya, Bank Indonesia telah melakukan riset yang disertai dengan prediksi kuat mengenai apa yang terjadi pada inflasi Indonesia. Seperti diketahui bersama, April adalah periode bulan Ramadan 2020.

Bank Indonesia memberikan perkiraan bahwa inflasi yang terjadi April saat Ramadan 2020 mencapai 0, 18 % (mtm) atau sebesar 2, 78 % (yoy). Dengan perkiraan data dari Bank Indonesia mengenai inflasi Indonesia tersebut, situasi Ramadan 2020 bulan April akan terpantau aman dan terkontrol, yaitu ada di kisaran angka 3 %. Yang mana, perkiraan dari Bank Indonesia tersebut masih juah dari kenyataan yang terjadi di lapangan, yaitu inflasi saat Ramadan 2020 hanya naik sebesar 0, 008 %.

“Kami perkirakan untuk April 2020 ini inflasinya sekitar 0,18 persen mtm. Kalau dihitung yoy 2,78 persen,” penjelasan dari Gubernur Bank Indonesia yang bernama Perry Warjiyo.

Yang mana, data – data inflasi bulan April saat Ramadan 2020 tersebut sangat diwajarkan terutama pada masa pandemi Covid – 19 Corona yang melanda. Terlebih lagi peraturan pemerintah Indonesia yang memberlakukan PSBB atau singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar tersebut ikut berperan dan memiliki andil dalam masalah ini.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo juga berpendapat, bahwa inflasi yang tidak terlalu mencuat tinggi pada bulan April saat Ramadan 2020 tersebut telah sesuai dengan maksimalnya pemerintah dengan mengupayakan ketersediaan bahan – bahan pokok selama Ramadan 2020. Terlebih juga kebijakan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar juga ikut memberi andil.

Kalian sebagia pelaku bisnis UKM perlu untuk rutin melakukan update berita bisnis tanah air, bukan? Untuk memperbanyak pengetahuan kalian soal dunia bisnis UKM Indonesia, tim Solusi UKM memiliki bermacam – macam E – BOOK yang dapat dibaca dan juga kalian download secara GRATIS tanpa biaya. Caranya sangat mudah, tinggal langsung klik di sini, atau langsung klik banner di bawah, ya!

 

Artikel Terkait

Belajar Bisnis Fesyen Seusai Pandemi Agar Omzet Balik Besar, yuk!

marsha

Belajar Bisnis: Cara PDKT Bogasari ke Komunitas

marsha

Jualan Liquid Vapor Jadi Pilihan Bisnis Tokcer, lho!

marsha