a

Sekarang, Belanja E-Commerce Dikit Kena Pajak!

Tahu kah kalian kalau sekarang Kementrian Keuangan melalui Direktorat Jendral Bea dan Cukai memberlakukan peraturan baru yang akan memiliki dampak pada para pelaku bisnis online tanah air, lho. Peraturan tersebut berisi penurunan minimal harga transaksi dan bea masuk pembelian online. Perubahan yang dilakukan tersebut terkait dengan segala transaksi yang khusus dilakukan pada platform online e-commerce.

Peraturan baru tersebut tentunya akan berdampak besar pada bisnis online yang ada di Indonesia. Batas baru setiap transaksi yang ditetapkan adalah 3$ Amerika Serikat atau jika dikurs Rupiah akan setara dengan Rp. 42.000,- jika kurs Rp. 14.000,-. Nominal ini tentunya jauh berbeda jika dibanding peraturan awal untuk dikenakan pajak, yaitu 75$ Amerika Serikat.

Heru Pambudi sebagai Dirjen Bea dan Cukai memberikan keterangan bahwa peraturan terbaru mengenai penurunan nilai transaksi bebas bea dan cukai sengaja dilakukan, dengan tujuan agar bisa melakukan perlindungan dan keadilan kepada semua pelaku bisnis onlin, termasuk pelaku UMKM yang merambah online di tanah air.

Sumber: www.medcom.id oleh Ilham Wibowo

Dikutip melalui Kompas.com, tentunya hal ini menjadi jawaban atas tuntutan masyarakat, terutama mereka yang menjalankan bisnis online pada level UMKM. Masyarakat terlebih mereka pelaku usaha tersebut menuntut bahwa pemerintah harus melakukan perlindungan dan memberikan level playing field ke pengusaha dalam negeri yang head to head dengan barang – barang kiriman di bawah 75 dollar Amerika Serikat.

Dengan diturunkannya biaya minimal untuk transaksi online e-commerce, tentunya hal ini disambut sangat baik oleh pelaku – pelaku bisnis online tanah air. Hal ini disebabkan disinyalir bahwa pelaku bisnis online sebelumnya banyak yang mengalami kesulitan saat harus bersaing secara langsung dari produk – produk yang dikirim langsung dari luar negeri, terutama negara China sebagai salah satu sumber tertinggi pembelian transaksi online, terlebih lagi transaksi yang dilakukan konsumen – konsumen Indonesia mayoritas memiliki nilai pembelian di bawah 5$ Amerika Serikat, tanpa biaya bea dan cukai, dan juga biaya kirim yang sangat amat terjangkau. Pelaku – pelaku bisnis online dinilai tidak sanggup bersaing dari mereka yang memang produsen barang secara massa.

Peraturan ini sesungguhnya telah dilakukan banyak negara – negara lainnya dengan tujuan yang sama, yaitu melindungi para pelaku – pelaku bisnis online lokal agar tidak gulung tikar karena kalah bersaing dengan produsen import secara langsung.

Salah satu negara yang juga menerapkan peraturan ini adalah negara Inggris. Inggris menerapkan batas nilai transaksi pembebasan bea dan cukai sebesar 21 dollar Amerika Serikat. Negara lainnya yang ikut mendukung peraturan ini pun juga Kanada dengan pembatasan sebesar 15 dollar Amerika Serikat.

Namun, dari semua peraturan tersebut, terdapat barang yang tidak dikenakan biaya import bea dan cukai. Barang tersebut adalah buku. Bahkan, impor buku pun tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) maupun Pajak Penghasilan (PPh), hal ini diharapkan agar transaksi buku berkualitas dapat semakin mengedukasi masyarakat Indonesia sehingga konsumsi terhadap buku kian meningkat.

0 0 vote
Article Rating
Share With:
Rate This Article
guest
3 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
trackback
3 Aturan Pajak E-Commerce yang Di Rasa Memberatkan Marketplace - Solusiukm
February 28, 2020 17:01

[…] pelaku e-Commerce agar membayar pajak. Banyak pihak yang menganggap jika yang disasar hanya pedagang e-Commerce itu tidak […]

trackback
usaharumahan.rajafastpay.com Mei 2020
May 26, 2020 20:44

[…] Download Plan More @ solusiukm.com […]

trackback
usaharumahan.rajafastpay.com Juni 2020
June 14, 2020 15:01

[…] Download Plan More @ solusiukm.com […]

3
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x