Solusiukm
Bisnis

Kisah Bisnis Fesyen: Ditolak Di Dalam Negeri, Produk Ini Disukai di Luar Negeri

Photo Source: Tirto

Jika anda ingin menjalankan sebuah usaha, maka merupakan hal yang penting untuk melakukan pendekatan yang berbeda terhadap konsumen terhadap masyarakat agar lebih terlihat dan mudah diingat diantara brand kompetitor yang lain, seperti yang dilakukan oleh Ningsih, perempuan kelahiran tahun 1982 yang menciptakan suatu produk fesyen dengan bahan dasar kulit ikan.

Tentu hal ini merupakan ide yang unik, karena produk sepatu ataupun tas kulit pada umumnya dihasilkan dari kulit sapi, ular, atau buaya. Namun Ningsih menuangkan kreatifitasnya pada produk sehingga berbeda dari produk yang sudah ada di pasaran.

Penggunaan kulit ikan sendiri telah digunakan oleh Ningsih sejak tahun 2013. Kulit yang digunakan merupakan kulit ikan Kakap, Nila, dan Kaci-kaci. Ide yang sangat unik tersebut muncul ketika Ningsih merasa ingin membuat sebuah produk yang lain dari pada yang lain, dan tercetuslah ide menggunakan kulit ikan sebagai bahan baku produk-produk Ningsih. Setelah Ningsih melakukan riset terhadap manfaat kulit ikan, ia semakin tertarik dan mantap untuk menggunakan kulit ikan sebagai bahan utama produknya. Terlebih lagi, sepatu jenis ini pun terbilang masih langka dan belum banyak orang yang menggarapnya.

Pada awal pembuatan produknya, Ningsih banyak mengalami kendala pada bisnis. Sempat tidak laku dijual pada dalam negeri, namun Ningsih tidak menyerah begitu saja. Akhirnya ia mencoba mencari pasar international, dengan cara mengikuti pameran-pameran di luar negeri seperti di Hongkong, Vietnam, dan juga Jerman. Tak disangka, warga ketiga Negara tersebut mengagumi dan menyukai produk buatan Ningsih. Setelah mendapat kepercayaan diri dari mengikuti pameran internasional, Ningsih mencoba lagi untuk merambah pasar lokal dengan mengikuti pameran-pameran di Indonesia, dan pada akhirnya banyak orang yang menyukai produk milik Ningsih ini.

Saat ini Ningsih tidak hanya menyediakan hanya satu jenis produk sepatu saja. Namun, sudah merambah ke beberapa produk lainnya seperti sandal, dompet, topi, dan juga gantungan kunci. Bahkan produk milik Ningsih ini sudah go international ke Vietnam, Meksiko, dan Jerman.

Produk sepatunya pun dapat dipesan secara custom sesuai dengan keinginan pelanggan. Agar produknya tidak membosankan, ia tetap berusaha untuk memperluas jenis-jenis produknya. Pineapple shoes buatan Ningsih tidak hanya diperuntukan dengan produk-produk khusus wanita, namun juga untuk pria.

Selain itu, untuk memudahkan pada pengerjaan produk-produk Ningsih adalah ia bekerja sama dengan para nelayan yang ada dibawah naungan Dinas Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta, sehingga bisnis yang ia jalankan pun bisa membantu untuk menaikan pendapatan dari si nelayan.

Pineapple shoes menargetkan pasar untuk kalangan menengah ke atas, dan Ningsih sudah berencana untuk merambah pasar Singapura dengan membuka outlet baru. Dalam satu bulan Ningsih bisa menghasilkan 3000 pasang sepatu. Dengan omset diatas Rp. 100 juta dalam satu bulannya.

Selain itu, seorang pengusaha harus memanfaatkan teknologi seperti internet untuk mengenalkan dan memasarkan bisnis-bisnis produknya. Menurutnya, dengan memanfaatkan media online seperti website dan social media, produk buatannya dapat dikenal berbagai jenis masyarakat termasuk pada taraf internasional.

Memasuki tahun 2020, terutama saat pandemi melanda, kamipaham betul bahwa akan sulit membesarkan produk bisnis fesyen seperti kisah di atas. Memang, waktu pandemi virus Covid – 19 Corona melanda, nyatanya sangat banyak industri – industri bisnis yang terkena dampaknya. Banyak sektor – sektor bisnis yang memiliki dampak besar. Bahkan, karena efek buruknya begitu mendadak dan besar, banyak kasus ekonomi yang harus memberikan keputusan sulit di masa – masa yang tidak mudah.

Semua hal tentu menjadi sebuah dampak beruntun yang muncul karena pandemi Covid – 19 Corona tersebut adalah masalah seperti pemotongan gaji karyawan yang nominalnya cenderung tinggi, alias terpaksa dirumahkan namun tidak digaji, hingga aksi terburuk yaitu PHK atau  pemutusan hubungan kerja.

 

Artikel Terkait

6 Kiat Mempertahankan Omzet dan Penjualan Pasca Lebaran

Iskandar Rumi

Untung Gede Usaha Kopi Keliling ‘Starling’ di Masa Pandemi

marsha

Inspirasi Agar Tidak Bingung Mencari Ide Bisnis UKM

admin