a

Waduh! Ternyata Banyak Pebisnis Langgar PSBB di Jakarta, lho!

Saat pandemi virus Covid – 19 Corona yang telah melanda seluruh dunia tentunya kita sering mendengar istilah – istilah baru dari pemerintah. Peraturan – peraturan baru tersebut dibuat untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus Covid – 19 Corona yang saat ini menjadi masalah utama seluruh dunia termasuk Indonesia. Salah satu istilah yang sering didengar pada masa pandemi Covid – 19 Corona adalah istilah PSBB atau biasa disingkat dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Tentunya PSBB sendiri dijalankan atas alasan – alasan yang sangat kuat. Peraturan PSBB atau singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar itu sendiri adalah sebuah taktik atau langkah pemerintah agar menyebarnya virus Covid – 19 Corona dapat dikontrol. Tentunya, langkah ini merupakan langkah yang sangat besar dan wajib ditaati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam aturan tertulis secara hukum, bahwa aturan PMK Nomor 9 Tahun 2020 pasal 2, menyatakan secara jelas, bahwa untuk bisa menjalankan peraturan berupa PSBB, hal tersebut memiliki arti bahwa wilayah yang sudah dipilih untuk melakukan PSBB, entah pada tingkat provinsi atau kabupaten atau, secara wajib untuk langsung memenuhi dua kriteria. Syarat pertama untuk sebuah daerah melakukan PSBB Pertama, yaitu total kasus kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara cepat. Dan syarat kedua, adalah memiliki hubungan epidemiologis dengan tempat lainnya.

Peraturan dari pemerintah mengenai PSBB di Jakarta tentu berdampak pada bisnis yang dijalankan oleh masyarakat, bukan? Pemerintah Daerah Khusus Ibu kota Jakarta menerapkan PSBB yang tentunya direspon variatif oleh bisnis – bisnis di Jakarta. Salah satu respon variatif dari PSBB di kota Jakarta adalah pelaku bisnis yang justru melanggar aturan tersebut. Faktanya hasil dari PSBB Jakarta pada bisnis memunculkan hasil yang kurang baik. Hingga 14 April sampai 8 Mei, pemerintah DKI Jakarta menutup secara temporer atau sementara sebanyak 176 bisnis. Namun secara kumulatif, total mencapai 1.019 jenis bisnis Jakarta yang melanggar PSBB. Data – data tersebut sesuai dengan laporan dari tim riset dari lapangan dari Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta. Buset, mengejutkan banget ya berita ini, Sobat UKM!

Andri Yansah  sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta memberikan pernyataan bahwa bisnis – bisnis tutup sementara karena PSBB tersebut masih diperbolehkan melakukan kegiatan bisnis dalam area online. PSBB Jakarta yang menjaring bisnis pelanggar berada di wilayah – wilayah yang tersebar pada ibukota. Daerah – daerah PSBB Jakarta yang bisnis terdampak adalah 45 bisnis di Jakarta selatan, 23 bisnis di Jakarta Timur, 44 bisnis di Jakarta Barat, dan 33 bisnis di Jakrta Utara. Waduh, banyak banget ya Sobat UKM. Efek dari PSBB Jakarta terhadap bisnis juga memiliki efek domino yang saling berjatuhan. Bisnis yang tutup karena PSBB Jakarta tentunya akan merumahkan 14.679 pekerja yang ikut pada bisnis tersebut.

Selain bisnis – bisnis yang jelas melanggar peraturan PSBB Jakarta dan sudah diberikan sangsi keras, masih ada juga beberapa bisnis yang tidak mematuhi aturan PSBB namun masih diizinkan untuk tetap menjalankan bisnis – bisnis mereka atas alasan tententu. Meskipun begitu, bisnis – bisnis tersebut tetap diberikan peneguran, peringatan, dan standar protokol PSBB Jakarta untuk segera dipatuhi.

Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi  atau biasa juga disingkat dengan sebutan Disnakertrans pun mendata, bahwa faktanya terdapat 600 bisnis yang belum melaksanakan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid – 19 Corona seperti saat ini, namun sudah dibina agar memiliki kapasitas untuk mengikuti standar kesehatan yang ada. Hal ini jelas tertulis pada hukum yaitu Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020. Peraturan hukum tertulis itersebut menyebutkan bahwa memang terdapat 11 jenis bisnis yang diperbolehkan untuk menjalankan bisnis dengan kegiatan normal selama PSBB Jakarta berlangsung.

Beberapa jenis usaha yang masih bisa berjalan dengan normal saat PSBB Jakarta adalah bisnis – bisnis yang beraada pada sektor kesehatan, pangan, energi, komunikasi, teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar/objek vital, dan kebutuhan sehari-hari. Tentunya, jika bisnis – bisnis yang menjalankan usaha di luar yang disebutkan di atas, bisnis mereka harus dihentikan selama masa PSBB Jakarta ini.

Semoga informasi di atas bisa mengingatkan kalian para Sobat UKM betapa pentingnya mengikuti aturan pemerintah untuk menjalankan PSBB Jakarta dan daerah – daerah lainnya, ya! Hal ini kita siasati bersama agar penyebaran penyakit mematikan berupa virus Covid – 19 Corona ini dapat sama – sama kita hentikan. Karena tentu kita semua khawatir dengan tingginya anga penyebaran virus Covid – 19 Corona yang mematikan, jangan sampai orang terkasih kita yang jaid korbannya. Jangan lupa juga agar bisnis kalian tetap berjalan dengan normal dan bertahan di era pandemi Covid – 19 Corona ini, kalian perlu melakukan strategi ulang atas usaha yang kalian jalankan. Tidak perlu pusing, kami meringkas semua informasi bisnis saat pandemi melalui E-book yang bisa dibaca GRATIS. Klik banner di bawah, yaaa!

Share With:
Rate This Article
avatar
trackback
Pelajari Data 2 Tahun Lalu: Jumlah dan Karakter Pengguna Internet serta Peluang Bisnis Online - Solusiukm

[…] […]

trackback
Video Mall Ciledug yang Viral! Ada Apa Dibalik Itu? - Solusiukm

[…] maupun media elektronik. Hal ini tentu menggemparkan, karena mereka melakukan itu semua pada masa PSBB atau singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar. Dengan viral video Mall Ciledug tersebut membuktikan bahwa dengan dibukanya bisnis offline, […]